PT Cipta Karya Berjanji Benahi PDAM

PT Cipta Karya Berjanji Benahi PDAM
PT Cipta Karya Berjanji Benahi PDAM
JAKARTA - Permasalahan di 268 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dari 372 PDAM di seluruh Indonesia, dipandang merupakan salah satu kegagalan pelaksanaan program Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), selama tahun 2005-2009. Sementara, nantinya program itu akan dilanjutkan menjadi strategi program tahun 2010-2014.

Hal itu diakui sendiri Budiyuwono, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Senin (22/2). Selain persoalan PDAM, katanya pula, dalam kurun waktu yang sama beberapa program juga tidak terealisasi. Di antaranya adalah pembangunan infrastruktur di pedesaan, serta pembangunan rusunawa di beberapa aliran sungai di perkotaan.

Namun, Budiyuwono mengatakan, kegagalan yang dialami dalam era tersebut sebenarnya lebih dikarenakan terbatasnya alokasi dana pengembangan infrastruktur di pedesaaan, serta untuk pengembangan perusahaan air minum. Kurangnya komitmen dari pemerintah daerah, lanjutnya, juga menjadi kendala dalam merealisasikan program. Karena pemda sendiri dipandang tak mempunyai komitmen penuh untuk memenuhi DDUB yang dibutuhkan. Kemudian, banyak juga daerah yang memang belum mempunyai lahan untuk dilaksanakan pembangunan sarana air.

"Karena memang untuk pengelolaan air minum, sepenuhnya diserahkan kepada daerah. Sehingga terkait permasalahan air minum, bagaimana pengelolaannya tergantung dari daerah masing-masing. Dari Cipta Karya atau pemerintah pusat sekadar memberikan pengawasan. Namun akan terlibat, jika daerah sudah tidak bisa mengatasi permasalahan itu," jelasnya.

JAKARTA - Permasalahan di 268 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dari 372 PDAM di seluruh Indonesia, dipandang merupakan salah satu kegagalan pelaksanaan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News