JPNN.com

Pulang dari All England, Hendry Saputra PDP Corona, Akses Pelatnas Cipayung Ditutup

Selasa, 24 Maret 2020 – 15:19 WIB Pulang dari All England, Hendry Saputra PDP Corona, Akses Pelatnas Cipayung Ditutup - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pelatih kepala tunggal putra PBSI Hendry Saputra kini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona jenis baru COVID-19,

Dilansir dari situs corona.jakarta.go.id, PDI merupakan orang yang mengalami gejala demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkiti atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona dalam 14 hari terakhir.

PP PBSI mengonfirmasi, pelatih yang menangangi Anthony Sinisuka Ginting Cs itu merasakan gejala Covid-19 di hari ketujuh isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung, sepulangnya dari Birmingham, Inggris mendampingi anak asuhnya di All England 2020.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto. Dalam keterangannya, Budiharto menyatakan bahwa PP PBSI telah melakukan tindakan sesuai prosedur berupa mengisolasi semua orang yang ada kontak langsung dengan Hendry terhitung sejak ia menyampaikan keluhan seputar kondisi kesehatannya yang menurun.

Selain itu, Pelatnas Cipayung kini benar-benar tertutup dan tidak ada arus keluar masuk. Pantauan tim dokter PBSI kepada tim All England pun semakin intens, masa isolasi mandiri tim All England juga diperpanjang hingga awal April.

"Memang betul, saat ini Hendry Saputra dinyatakan sebagai PDP dan masih harus mengikuti serangkaian test Covid-19. Kami telah menerima laporan dari tim dokter bahwa Hendry tengah menunggu swab test untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak," kata Budiharto kepada Badminton Indonesia.

"Gejala awal yang disampaikan Coach Hendry itu dia merasa demam, lemas, mual, makanan tidak bisa masuk. Setelah dilakukan CT Scan, banyak flek di paru-paru kiri, sedangkan Coach Hendry tidak ada riwayat sakit paru sebelumnya. Untuk memastikan bahwa apakah terjangkit Covid-19, memang harus dilakukan swab test. Ini yang masih kami tunggu sampai sekarang," ujar dr. Octaviani, salah satu anggota tim dokter PBSI.

PBSI juga akan melaporkan kasus ini kepada BWF (Badminton World Federation) lewat Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, Bambang Roedyanto.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...