Pulang Kampung

Oleh Dahlan Iskan

Pulang Kampung
Dahlan Iskan (di tengah) saat menikmati durian ketika pulang kampung di Dukuh Kebondalem, Desa Tegalarum, Magetan. Foto: disway.id

Alas tempat tidur itu dihangatkan dengan listrik. Di dalam alasnya ditanam batu-batu: delapan jenis batu. Yang bereaksi akibat panas listrik. Ada pula benda yang bergerak: seperti memijat. Ke seluruh punggung.

Saat saya tiba, grup yang lagi terapi sudah hampir 30 menit. Hampir tiba giliran grup berikutnya: 38 orang lagi. Yang lagi menunggu itu. Yang sedang dibariskan. Mengikuti gerak senam yang dicontohkan dari atas panggung. Senam gembira. Sambil nyanyi-nyanyi. Sambil teriak-teriak.

Selesai senam itulah mereka menuju ‘tempat tidur’ terapi. Merebahkan diri. Diam. Diterapi secara otomatis.

”Satu hari bisa sampai 25 sesi,” ujar Ayu Purwaningrum, petugas di situ.

Sudah dua tahun terapi Choyang berlangSung di situ. Tidak dipungut bayaran sama sekali. Juga tidak menerima sumbangan. Tapi kalau ada yang mau terapi di rumah boleh membeli alatnya: Rp 36 juta.

Saya tidak tahu: apakah ini lembaga sosial. Atau bisnis. Saya tidak berhasil menemui Mr Kim. Yang lagi di Jakarta.

Yu Mi bercerita dengan antusiasnya. Tentang: terapi Choyang. Ala Korea. Yang dilakukannya tiap hari. Di kota Madiun.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News