Pulau Terindah di Dunia ini Ditemukan Saat...

Pulau Terindah di Dunia ini Ditemukan Saat...
Perangko untuk mengenang pelayaran John Cabot. Foto: Public Domain.

Dan para saudagar Venesia mahir pula dalam seni melipatgandakan uang. Bagi mereka, situasi itu menjaga harga bisa tetap tinggi. Harga pun dilambungkan.

Kini, Venesia dikenal sebagai kota di atas air. Satu di antara tujuan wisata romantis di dunia. Bila ada waktu main ke sana, jejak-jejak kejayaan Venesia pada zaman rempah masih bisa Anda temui.

Rupanya, informasi yang dicarinya sulit didapat. John Cabot tak putus asa. Apalagi, dia sudah jauh-jauh berlayar dari Venesia.

"Sangat mudah dipahami apabila para pedagang (Arab--red) itu enggan membagi informasi yang begitu tak ternilai," tulis Milton dalam buku yang telah diterjamahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Pulau Run--Magnet Rempah-rempah Nusantara yang Ditukar dengan Manhattan.

Pun demikian, meski samar-samar, didengarnya juga bahwa rempah-rempah datang dari negeri-negeri paling Timur dunia.

"Itulah tepatnya yang ingin didengar Cabot. Dan ia menyimpulkan bahwa, mengandaikan kebulatan bumi—bukan sebuah kesimpulan yang maju, bahkan pada masa itu—para pedagang pasti telah membeli rempah-rempah itu di utara menuju Barat,” papar Milton.

***

Karena tak satu pun mendapat dukungan di Venesia, Cabot ke Inggris. Dibujuknya Raja Henry VII. Berhasil.

JOHN Cabot. Namanya diabadikan jadi nama selat yang mengaliri Cape Breton Island, provinsi Nova Scotia, Canada--satu di antara pulau terindah di

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News