Putu Laxman Pendit Doktor Perpustakaan yang Tidak Dapat Tempat di Indonesia

Putu Laxman Pendit Doktor Perpustakaan yang Tidak Dapat Tempat di Indonesia
Putu Pendit berbicara mewakili Australia untuk Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional - sektor pendidikan (Foto: Depdikbud RI)

Sekembalinya dari Inggris, Putu Pendit kemudian mengajar di Jurusan Ilmu Perpustakaan di Universitas Indonesia sejak tahun 1988 sampai tahun 2007.

Menurut Putu Pendit, ketika dia bersekolah di Inggris dan melakukan perjalanan di Eropa, dia melihat betapa pentingnya perpustakaan sebagai bagian dari negara untuk mencerdaskan bangsanya.

"Namun di Indonesia dunia perpustakaan dihantui oleh kelangkaan tenaga profesional dan terdidik, selain juga ketatnya pengawasan serta birokratisasi lembaga-lembaga negara di bawah pemerintahan Orde Baru.

"Tingkat buta huruf memang terus turun, tetapi minat dan kesempatan membaca buku yang baik tetap tidak berkembang di masyarakat."

Merintis pendidikan perpustakaan di Indonesia

Putu Pendit pulang dari Inggris saat rezim Orde Baru yang otoriter saat itu masih berkuasa. 

Ketersediaan sumber daya pustakawan ketika itu juga sangat memprihatinkan, dan mereka yang  bekerja di perpustakaan Indonesia kebanyakan orang-orang yang “terpaksa” menjalani profesi itu, atau bahkan orang-orang “buangan” yang tidak disukai di tempat lain.

Maka Putu Pendit berniat membantu mengembangkan perpustakaan dengan mendidik ahli-ahli yang profesional.

"Inilah satu-satunya alasan saya bersedia meninggalkan pekerjaan yang waktu itu cukup mapan di bidang kewartawanan dan “berpindah ladang” ke dunia akademik yang sebenarnya jauh lebih 'kering'," katanya kepada ABC Indonesia. 

Putu Laxman Pendit pernah memilih menekuni ilmu perpustakaan yang langka di Indonesia, bahkan sampai ke tingkat doktor

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News