Ratusan Bal Pakaian Bekas Diamankan Agustus Lalu, Ini Tindak Lanjut Bea Cukai Riau
jpnn.com, DUMAI - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Riau secara tegas menindaklanjuti penindakan terhadap kapal yang membawa ratusan bal pakaian bekas yang dilaksanakan Bea Cukai Dumai pada Agustus lalu.
Melalui serangkaian pemeriksaan, Kanwil Bea Cukai Riau akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka.
"Jadi telah ditetapkan dua tersangka, yaitu nakhoda (inisial AB) dan ketua kamar mesin (J). Sementara itu tidak ditemukan bukti yang kuat terkait keterlibatan 5 orang ABK sehingga ditetapkan sebagai saksi,” kata Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Anton Mawardi dalam keterangannya, Senin (18/12).
Sebagai informasi, Bea Cukai Dumai telah melakukan penindakan terhadap KM Rajawali GT125 pada Agustus 2023.
Mengangkut 7 anak buah kapal (ABK), kapal tersebut membawa membawa ± 277 bal pakaian bekas (ballpress) serta ± 9 karton parfum asal Port Klang (Malaysia) yang rencananya dibongkar di Kota Dumai.
Atas penindakan tersebut, barang bukti beserta ABK selanjutnya diserahkan kepada Kanwil Bea Cukai Riau untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Untuk menangani barang bukti tersebut, kata Anton, Kanwil Bea Cukai Riau mengajukan permohonan penetapan penyitaan kepada Pengadilan Negeri agar dilakukan penyidikan dan pendalaman kasus.
Setelah seluruh prosedur dilakukan, akhirnya pada 30 November 2023 berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Riau.
Ini tindak lanjut Bea Cukai Riau atas penindakan terhadap kapal yang membawa ratusan bal pakaian bekas asal Malaysia
- Bea Cukai Memperkuat Kemitraan dengan Pelaku Usaha di Daerah Lewat Kegiatan Ini
- Bea Cukai Sebut Implementasi AAMRA Memperkuat Posisi Ekspor Indonesia
- Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Edukasi Masyarakat di Berbagai Wilayah
- Bea Cukai Gagalkan Distribusi Rokok Ilegal di Tol Pandaan-Malang, 218 Ribu Batang Disita
- Drama Pengejaran di Tol Pandaan-Malang, Bea Cukai Tindak 281 Ribu Batang Rokok Ilegal
- Bea Cukai & Polri Gagalkan Distribusi Vape Cair yang Diduga Mengandung Zat Berbahaya
JPNN.com




