Reaksi Pimpinan DPD RI Soal Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Reaksi Pimpinan DPD RI Soal Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Sultan Najamudin. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin merespons kebijakan pemerintah yang menghentikan sementara penggunaan AstraZeneca batch CTMAV547.

“Saya berharap bukan hanya vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 yang dihentikan sementara, tetapi seluruhnya. Dan, perlu juga untuk menguji batch lain bermerek vaksin tersebut,” ujar Sultan dalam siaran pers pada Senin (17/5).

Dia melanjutkan jika seluruh batch vaksin AstraZeneca sudah diuji dan dipastikan tingkat risiko keamanannya, maka ke depan tidak akan ada masalah lagi yang terjadi.

Sebab, pengujian itu diawal sebelum pemakaian, bukan setelah ada masalah baru kemudian diteliti lebih lanjut.

“Seharusnya kita benar-benar memiliki informasi serta pengetahuan yang komprehensif mengenai efek penggunaan vaksin AstraZeneca. Dan juga harus mempelajari motif dari beberapa negara di Eropa dimana otoritas kesehatannya menghentikan penggunaan vaksin tersebut,” ujar Sultan.

Puluhan negara di dunia, terluas di Eropa, telah menggunakan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca rekomendasi suntikan vaksin mungkin telah menyebabkan beberapa penerima mengalami penggumpalan darah.

Swedia dan Latvia menjadi negara terbaru yang relevan dengan vaksin ini, menyusul Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, Denmark, Norwegia, dan Belanda.

"Jangan ragu, hentikan dulu semua. Tujuan proses vaksin ini adalah keselamatan rakyat Indonesia. Dan, yang paling penting kita semua harus membangun rasa trust, aman dan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan vaksin ini agar kemudian tidak menjadi polemik,” tegas Sultan.

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin merespons kebijakan pemerintah yang menghentikan sementara penggunaan AstraZeneca batch CTMAV547.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News