Reaksi Tegas Disdik Jabar Atas Kasus Pengeroyokan Siswa SMA yang Berujung Maut

Reaksi Tegas Disdik Jabar Atas Kasus Pengeroyokan Siswa SMA yang Berujung Maut
Kasi Penhawas Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat Irman Khaeruman saat diwawancarai, di Makopolresta Bogor Kota, Jumat (8/10/2021). ANTARA/Linna Susanti

jpnn.com, KOTA BOGOR - Kasus pengeroyokan antarsiswa SMA berimbas pada penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) di dua SMA Negeri di Kota Bogor.

Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) bereaksi tegas pada sekolah terkait.

"Kami tunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Kasi Penhawas Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jabar Irman Khaeruman, di Makopolresta Bogor Kota, Jumat.

Irman mengatakan sanksi terhadap sekolah memang hanya berupa penundaan, karena kasus pengeroyokan itu bersifat pribadi antarsiswa.

Disdik Jabar akan fokus mengawal SMA/SMK sederajat lainnnya untuk tetap melaksanakan PTM terbatas pada Senin (11/10).

"Efek kasus pengeroyokan oleh beberapa siswa SMAN 6 dan SMAN 7 Kota Bogor tidak boleh berimbas kepada semangat belajar siswa dan sekolah lainnya," kata dia.

Irman pun memastikan Disdik Jabar akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait kebijakan PTM di Kota Bogor.

Terdapat 115 SMA dan SMK yang terdaftar akan melaksanakan PTM terbatas tahap I ini, termasuk dua sekolah tersebut.

Kasus pengeroyokan antarsiswa SMA berimbas pada penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) di dua SMA Negeri di Kota Bogor.