Ribuan Anak di Batam Bakal tak Tertampung di Sekolah Negeri Tahun Ini

Ribuan Anak di Batam Bakal tak Tertampung di Sekolah Negeri Tahun Ini
PPDB: Calon peserta didik baru. Ilustrasi Foto: Dalil Harahap/Batam Pos/JPNN.com

Tahun 2017 lalu Disdik membangun sedikitnya 60 RKB, sedangkan tahun 2018 meningkat menjadi 94 RKB, serta dua sekolah baru yaitu SMPN 56 dan 57 Batam. Kemudian, tahun 2019 ini terdapat 45 RKB dan SMPN 59 di Kampung Bagan.

"Ini merupakan upaya mengantisipasi membeludaknya PPDB nanti, khususnya di sekolah negeri. Ini dipersiapkan untuk menampung siswa baru," jelasnya.

Dia menyebutkan setiap tahun pertumbuhan peserta didik naik 20 persen. Sehingga setiap PPDB berlangsung selalu terjadi kekurangan daya tampung.

Solusi lain yang ditawarkan Disdik Batam adalah bagi siswa yang tidak memenuhi syarat untuk diterima di sekolah negeri bisa melanjutkan ke sekolah swasta. "Ini alternatif lainnya. Kalau semua masuk ke negeri sudah pasti tidak bisa tertampung. Masih ada sekolah swasta," sebutnya.

Andi menambahkan, saat ini Disdik masih terus berusaha agar seluruh anak bisa mendapatkan pendidikan. Jangan sampai karena tidak diterima di sekolah negeri, lalu mereka memutuskan untuk tidak bersekolah. Untuk itu, sambungnya, sekolah dua sif masih menjadi solusi hingga saat ini.

"Siswa harus dibagi menjadi dua sesi, yaitu pagi dan siang. Kalau orang tua tidak keberatan. Sebab kalau hanya satu sesi bisa banyak siswa tak tertampung di sekolah negeri," ujarnya.(yui)

Sekretaris Disdik Kota Batam Andi Agung mengatakan usia masuk sekolah baik di tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) melebih daya tampung yang dimiliki sekolah negeri saat ini.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News