Riedl pun Menambah Penganggu di Tengah

Riedl pun Menambah Penganggu di Tengah
Alfred Riedl. Foto: dokumen JPNN

Masalah, siapa sosok yang tepat mengisi pos itu. Selama ini, ‎Riedl pernah mencoba memainkan sistem 4-2-3-1 dengan menempatkan Bayu Pradana-Stefano Lilipaly sebagai Holding. 

Evan Dimas ada di belakang striker, dengan bantuan dua winger Andik Vermansah dan Rizky Pora. 

Sementara striker tetap menjadi pos Boaz Solossa. Sayangnya, strategi ini sempat tidak jalan, kurang efektif dalam menyerang, karena di tengah seperti ada pemain yang menumpuk tapi tak efektif menutup ruang gerak lawan. 

Karena itu, perlu ada perubahan, untuk memaksimalkan strategi ini. Bisa saja, satu pemain yang dipasang sebagai penganggu adalah Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, bisa juga Stefano Lilipaly. 

Namun, pos yang mendampingi Bayu Pradana di tengah, bisa diisi oleh ‎pemain lain yang bertipikal ngotot dan kuat bertahan.

Pilihannya, bisa saja Manahati Lestussen dimainkan, yang sebelumnya menjadi bek masuk sebagai gelandang jangkar. Pasalnya, dua bek utama Fachrudin -Yanto Basna sudah bisa diturunkan.

Selebihnya, tak perlu ada perubahan karena sejatinya pertarungan pada laga malam nanti, adalah bagaimana menyetop alur bola serangan Vietnam dari bawah. 

Selama ini, Vietnam jarang bermain bola panjang, sehingga apabila dihentikan alur bola dari tengah, maka mereka akan terpaksa bermain bola panjang yang dengan mudah bisa dipotong barisan pertahanan Indonesia. (dkk/jpnn)


LAGA leg kedua semifinal Piala AFF 2016 ‎antara Indonesia melawan Vietnam di My Dinh National Stadium, Hanoi, Vietnam digelar Rabu (7/12) malam. 


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News