RS Mengeluhkan Kapasitas Ruang ICU untuk Pasien Covid-19, Ini Solusi dari Ganjar

RS Mengeluhkan Kapasitas Ruang ICU untuk Pasien Covid-19, Ini Solusi dari Ganjar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin rapat terbatas dengan Direktur Rumah Sakit Lini 1, 2 dan 3 terkait evaluasi COVID-19. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Sejumlah rumah sakit khususnya di Semarang Raya, Jateng saat ini mengkhawatirkan peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi.

Mereka khawatir ruang ICU yang tersedia tidak mencukupi untuk menampung pasien COVID-19.

Ditambah adanya pasien lain yang juga cukup besar menggunakan ruang gawat darurat tersebut.

Hal itu diungkapkan sejumlah pengelola rumah sakit rujukan COVID-19 dalam rapat terbatas yang digelar di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/7).

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Dengan jumlah pasien COVID-19 yang tinggi, kami khawatir ruang ICU tidak mencukupi. Sekarang saja di rumah sakit kami, ada pasien yang tidak kebagian ruang ICU. Padahal, selain pasien COVID-19, kami juga melayani pasien umum lainnya," kata Mukhlis, salah satu pengelola rumah sakit Kariadi Semarang.

Hal senada disampaikan pengelola rumah sakit lainnya. Mereka meminta agar ada solusi untuk menanani persoalan ini, karena dikhawatirkan pelayanan di ICU akan terganggu.

Setelah dibahas cukup panjang, ada dua solusi yang ditawarkan Ganjar. Pertama, Ganjar menawarkan adanya rumah sakit khusus COVID-19, yakni RS Bung Karno Surakarta.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar rapat terbatas dengan para pengelola rumah sakit rujukan covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News