Saat 13 Penambang Emas Bekerja terjadi Longsor, Empat Tewas

Saat 13 Penambang Emas Bekerja terjadi Longsor, Empat Tewas
Saat 13 Penambang Emas Bekerja terjadi Longsor, Empat Tewas

Namun usaha pekerja sia-sia, karena keempat korban baru bisa dievakuasi dari timbunan  sekitar 30 menit kemudian akibat banyaknya material longsoran serta dalamnya lobang galian.

Sementara itu, Kapolres Sijunjung AKBP Dwi Sulistyawan bersama Kasat Reskrim Iptu Adreansyah Rithas Hasibuan dan KBO Satuan Reskrim Iptu Gusnedi langsung meninjau lokasi tambang emas illegal yang menewaskan empat pekerja tersebut. Saat memasuki lokasi tambang, terlihat jejak-jejak alat berat yang diduga masih baru.

Bahkan dari informasi yang diterima Padang Ekspres dari warga di lokasi kejadian menyebutkan, bahwa sebelum terjadi longsor, terlihat satu unit alat berat bekerja di lokasi tambang emas illegal tersebut. Namun setelah terjadi longsor, alat tersebut disembunyikan oleh pemilik tambang jauh dari lokasi tersebut.

"Saat pagi hari alat berat tersebut masih terlihat bekerja, namun setelah terjadi longsor, alat tersebut menghilang, diduga telah dilarikan pemilik lokasi di suatu tempat," ungkap salah seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Sementara Kapolres menyebut, pada saat terjadi longsor di lokasi tambang yang juga menewaskan dua saudara pada minggu (5/4) lalu, dirinya telah menghimbau kepada pada para penambang emas illegal di Sijunjung agar menghentikan aktifitas penambangan emas illegal karena selain merusak lingkungan juga membahayakan keselamatan pekerja.

Bahkan Kapolres mengatakan bahwa pihaknya juga sudah melakukan tindakan hukum terhadap kegiatan penambangan emas tanpa izin tersebut. Namun katanya pelaku tambang tidak menghiraukan peringatan tersebut.

Terhadap kasus yang menewaskan empat pekerja kemarin, Kapolres menegaskan akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pemilik lokasi serta pemilik mesin. Bahkan Dwi sempat menyebut nama Jon Hendri, pemilik lokasi tambang emas illegal dan Memen pemilik mesin.

Sementara itu, Memen, yang diduga pemilik mesin sempat dikonformasi wartawan menyebut, bahwa dirinya bukan pemilik mesin. Namun Memen sempat mengaku kalau dirinyalah yang menyediakan biaya operasional mesin. "Bukan saya pemilik mesin, saya hanya penyedia dana untuk operasional mesin," akunya singkat melalui telpon kemarin. (hn/sam/jpnn)

SIJUNJUNG - Kemarin (4/6) sekitar pukul 14.00, empat pekerja tambang emas ilegal di lokasi tambang emas Subarang Ombak Muaro Sijunjung tewas tertimbun

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News