Saat Pilpres 2014, Jokowi juga Janji Hapus Unas

Saat Pilpres 2014, Jokowi juga Janji Hapus Unas
Foto Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf - Jokowi terlihat senang ketika menyapa masyarakat Dumai di bundaran Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Selasa sore (26/3). Foto: TKN Jokowi - Ma'ruf

Lebih dari itu, sekolah harus mampu menumbuhkan keterampilan, jiwa sosial, spritualitas, dan intelektualitas.

’’Sementara selama ini terkonsentrasi ke ujian nasional. Dimana ujian nasional hanya mengukur akademik tingkat bawah,’’ jelasnya.

Menurut Rizal selama ini unas hanya mengukur kemampuan akademik level bawah, yakni menghafal dan memahami saja.

Untuk itu dia benar-benar berharap jika memang ujian nasional akan dihapus, harus benar-benar dihapus. Selain itu banyaknya ujian atau ulangan harian juga dikurangi. Rizal melihat di jenjang SD meskipun pembelajarannya tematik, namun ulangannya belum terintegrasi.

Dia menjelaskan ketika dalam satu semester siswa hanya mempelajari empat sampai lima tema, maka ulangan hariannya juga cukup empat sampai lima kali saja. Tidak perlu lagi ada ulangan sesuai dengan mata pelajaran. Sebab pembelajaran sudah diterapkan secara tematik.

BACA JUGA: Ujian Nasional Dihapus, Diganti Evaluasi Nasional

Ketika unas dan ulangan harian dikurangi, siswa di sekolah lebih memiliki waktu untuk pengembangan bakat. Menurutnya selama ini porsi pengembangan minat dan bakat melalui ekstra kurikuler belum maksimal.

Sebab selain porsinya yang kecil, siswa juga tetap masih dihadapkan dengan ujian pamungkas yakni unas.

Janji akan menghapus ujian nasional alias unas menjadi dagangan isu setiap menjelang pilpres, termasuk Jokowi di Pilpres 2014.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News