Saham Adaro Langsung Melejit

Saham Adaro Langsung Melejit
Erry Firmansyah, Edwin Soeryadjaya (PresKom PT Adaro Energy) dan Garibaldi Thohir (Presiden Direktur PT Adarao Energy Tbk) saat menyaksikan pergerakan saham PT Adaro Energy Tbk pada pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. Foto:Muhammad Ali/Jawa Pos
JAKARTA – Pencatat nilai IPO terbesar sepanjang sejarah bursa di tanah air, PT Adaro Energy Tbk, resmi mencatatkan saham perdananya, Rabu (16/7). Sesaat setelah resmi diperdagangkan, harga ADRO langsung melejit ke posisi Rp 1.690 atau melonjak 53 persen dari harga perdananya Rp 1.100. Hingga akhir perdagangan, saham Adaro meningkat  57,23 persen menjadi Rp 1.730.

   Dirut Adaro Boy G. Thohir mengaku sangat lega dengan listingnya perseroan. Maklum, dalam tiga bulan terakhir, Adaro ramai dipolemikkan oleh publik. Mulai dari kasus dugaan transfer pricing yang akan diangketkan DPR RI, meski kemudian kandas, hingga gugatan hukum oleh Beckkett, perusahaan Singapura yang salah satunya dimiliki oleh bos Raja Garuda Sukanto Tanoto. "Maaf jika dalam tiga bulan ini kami mungkin kurang terbuka, berkaitan dengan banyaknya pro dan kontra. Mulai saat ini kami akan menjunjung asas keterbukaan, sesuai prinsip good corporate governance," kata Boy di Jakarta.

   Boy menyatakan, proses hukum harus dihormati. Biarkan semuanya berjalan dulu. Dia tidak mau berandai-andai bagaimana konsekuensi yang harus ditanggung investor bila kelak Adaro kalah dalam gugatan persengketaan saham oleh Beckkett. ”Itu hak dari Beckkett. Kita tidak melakukan kesalahan apa pun. Investor sekarang sudah dewasa, mereka mau mengoleksi saham kami karena kami memang bersih,” ujarnya.

   Terkait kinerja, hingga tahun ini Adaro menargetkan mampu memproduksi 38 juta ton batu bara. ”Hasil di semester satu ini sudah sesuai jalur. Hanya saja, ada sedikit kendala cuaca karena kuartal pertama kan musim hujan,” katanya. Pada 2012, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi batu bara hingga 80 juta ton.

   Listing emiten ke-14 pada 2008 itu dihadiri taipan William Soeryadjaja. Pendiri Grup Astra yang kini lebih banyak bermukim di Singapura itu bahkan ikut tertawa dan melambaikan tangan saat saham ADRO resmi diperdagangkan. William memakai celana berwarna hitam, dengan atasan batik bermotif merah hati. Dia didampingi istrinya. Sang istri memakai baju batik warna biru tua bermotif merah. Kuku tangannya diwarnai merah muda. Keduanya menggunakan kursi roda, namun sang istri sesekali masih tampak berjalan bertemu kolega-koleganya. Dia yang tampak masih akas sesekali berbicara melalui telepon genggam yang dibawa oleh asistennya.

   William yang sudah sangat sepuh disuapi dengan penganan ringan. Untuk ke kamar mandi, William masih menggunakan kursi roda, didampingi asistennya. "Kabar kami baik," ujar Edwin Soeryadjaja, anak sang taipan sekaligus presiden komisaris Adaro. Mereka meninggalkan BEI sekira pukul 12.15.

   Sementara itu, ADRO telah menjalin kontrak dengan PT Pama Persada dengan nilai kontrak sebesar USD 342,25 juta. "Penandatangannya Oktober," ujar Corporate Secretary Adaro Andre J. Mamuaya.

   Andre menjelaskan, kontrak itu berlaku untuk 2009, dengan harga berlaku USD 18,5 per ton untuk 18,5 juta ton. Pama adalah kontraktor batubara yang dipakai Adaro. Pama adalah anak usaha PT United Tractors Tbk. Untuk 2008, kontrak Adaro dengan Pama mencapai USD 264 juta, dengan harga USD 16 per ton untuk 16 juta ton.

JAKARTA – Pencatat nilai IPO terbesar sepanjang sejarah bursa di tanah air, PT Adaro Energy Tbk, resmi mencatatkan saham perdananya, Rabu (16/7).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News