Saham BRMS Melorot, Dampak Aksi Warga Tolak Tambang CPM?
jpnn.com - Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melorot ke nilai Rp 338 atau minus sekitar 7% pada penutupan perdagangan Rabu (12/2).
Perdagangan jelang penutupan sendiri terjadi atas sebanyak 1,16 miliar saham BRMS yang ditransaksikan dengan nilai transaksi Rp 397 miliar.
Saham emiten ini turun tajam di tengah berkembangnya isu penolakan warga terhadap operasional tambang anak usaha BRMS, Citra Palu Mineral di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.
Pihak korporasi mengklaim, operasional CPM tak terpengaruh penyegelan kantor yang dilakukan warga.
Sementara di Palu, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu.
"Seluruh rangkaian kegiatan pertambangan berikut pengolahan yang dilakukan CPM dilaksanakan berdasarkan studi-studi yang lengkap dan dijalankan oleh tenaga ahli dan peralatan berteknologi terkini sehingga seluruh dampak kegiatan dapat diturunkan serendah mungkin atau bahkan dihilangkan," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Minerals, Muhammad Sulthon.
Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) sempat disebut-sebut berpotensi masuk ke MSCI Global Standard Index. Tapi, pengumuman MSCI pada 11 Februari tak menyebutkan BRMS.
Perseroan menegaskan bahwa analisis dampak lingkungan telah dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Saham emiten ini turun tajam di tengah berkembangnya isu penolakan warga terhadap operasional tambang anak usaha BRMS, Citra Palu Mineral di Poboya
- IHSG Merosot Sesaat Setelah Pidato Ekonomi Presiden Prabowo di DPR
- Tembus Pasar Global, Ekspor Raya 459 Ton Durian Beku dari Palu ke Tiongkok
- Masyarakat Beutong Ateuh Surati Prabowo, Teungku Diwa: Kami Tidak Butuh Tambang Emas
- 7 Pelaku Penambangan Emas Ilegal di Merangin Jambi Ditangkap, Pemodalnya Teridentifikasi
- Omzet Tambang Emas Ilegal di Bogor Tembus Rp 5 Miliar per Bulan
- Proyeksi IHSG Bakal Tembus 28.000 pada 2030, Purbaya Tekankan Syarat Ini
JPNN.com




