Satgas Sebut Gerak Cepat Bisa Mengatasi Puncak Kedua Pandemi

Satgas Sebut Gerak Cepat Bisa Mengatasi Puncak Kedua Pandemi
Vaksinasi penyintas Covid-19. Ilustrasi. Foto: Ricardo/jpnn.com

Pemerintah terus memenuhi kebutuhan alat kesehatan seperti oksigen, ventilator, pemerataan suplai, dan donasi isotank serta oksigen ke berbagai rumah sakit rujukan.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan, dokter magang dan perawat yang belum mengikuti ujian kompetensi juga diberdayakan dengan supervisi perawat senior.

Ruang isolasi terpusat juga digunakan untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan. Kapasitasnya mencapai lebih dari 20 ribu tempat tidur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Upaya testing dan tracing juga menjadi fokus utama. Testing terus ditingkatkan hingga mencapai hampir sejuta orang yang diperiksa dalam seminggu, dengan jumlah laboratorium juga meningkat. Saat ini, Indonesia memiliki 796 laboratorium rujukan.

Sementara untuk mencegah lonjakan kasus, cakupan vaksinasi akan terus ditingkatkan hingga mencapai 10 juta orang per 10 hari sejak Agustus 2021.

Pemerintah akan terus mengupayakan kecukupan stok vaksin nasional dan meningkatkan cakupan pemerataan vaksin. Implementasi kebijakan PPKM terus ditingkatkan.

Wiku juga mengajak masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebagai catatan, pekan lalu ada 80 kabupaten/kota yang kepatuhannya rendah dalam memakai masker dan 95 kabupaten/kota dalam menjaga jarak.

Pengawasan protokol kesehatan menjadi kunci untuk mencegah lonjakan kasus terulang kembali. Satgas Posko Desa/Kelurahan dan satgas fasilitas publik merupakan sarana penting untuk mendukung pelaksanaan pengawasan protokol kesehatan. Saat ini baru sekitar 41 persen desa/kelompok yang telah membentuk posko.

Satgas Penanganan Covid-19 melihat pengalaman Indonesia dalam menangani gelombang puncak kedua pandemi membuahkan hasil yang baik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News