Sawah Terendam Banjir, Petani Tulungagung Diingatkan Ikut AUTP

Sawah Terendam Banjir, Petani Tulungagung Diingatkan Ikut AUTP
Ilustrasi pertanian. Foto: dari Kementan

jpnn.com, TULUNGAGUNG - Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Tulungagung, di Jawa Timur, terendam banjir selama sepekan ini. Tanaman pertanian berpotensi rusak dan gagal panen.

Pemerintah daerah setempat mengingatkan petani akan pentingnya Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk menghindarkan kerugian di sektor pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menjelaskan asuransi pertanian sangat diperlukan untuk menanggulangi kerugian sektor tersebut bila disebabkan faktor alam seperti cuaca.

"Itulah pentingnya asuransi pertanian. Asuransi pertanian belum menjadi culture. Tahun depan harus bisa diterapkan seluruhnya," kata Mentan SYL, Senin (8/2).

Asuransi tersebut juga akan menjadi persyaratan untuk mengakses dana kredit usaha rakyat (KUR) pertanian.

KUR akan disalurkan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan), yang mewajibkan para anggotanya memiliki asuransi pertanian.

"Oleh sebab itu, petani wajib masuk kelompok tani. Di kelompok tani itu, wajib hukumnya dia punya asuransi," ungkap Mentan SYL.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, petani tidak perlu ragu untuk mendaftar AUTP.

Pemerintah mengimbau petani mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi menghindarkan dari kerugian, dan syarat mengakses dana KUR.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News