SBY Perintahkan Susun Masterplan Gempa Bumi

SBY Perintahkan Susun Masterplan Gempa Bumi
SBY Perintahkan Susun Masterplan Gempa Bumi
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif memaparkan laporan penanganan gempabumi dan tsunami di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu dalam rapat terbatas yang digelar, Senin (16/4) di Istana Bogor. Di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Syamsul melaporkan secara umum penanganan lebih baik dibandingkan tsunami 2004.

"Sistem telah bekerja dan mekanisme masih ada yang perlu disempurnakan. Di sebagian daerah terjadi kemacetan saat evakuasi karena masyarakat membawa kendaraan dan panik.  Saat gladi semua bisa berjalan lancar karena masyarakat tidak membawa kendaraan. Namun saat terjadi peringatan tsunami yang sebenarnya masyarakat membawa kendaraan. Yang terjadi akhirnya kemacetan," kata Syamsul dalam rilisnya yang diterima JPNN, Senin (16/4).

Menurut Syamsul, untuk mengatasi hal itu, BNPB mengusulan pembangunan shelter vertikal. Masyarakat dapat dievakuasi ke shelter vertikal terdekat di sekitar pantai, jika terjadi gempa bumi yang disusul tsunami.

"Sebab waktu tempuh evakuasi di jalur-jalur evakuasi di jalan dengan kondisi macet akan kalah cepat dengan datangnya tsunami," ucapnya.

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif memaparkan laporan penanganan gempabumi dan tsunami di Aceh, Sumatera

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News