Sebegini Tarif ABG yang Dijual kepada Wisatawan di Puncak, Paling Mahal Jutaan

Sebegini Tarif ABG yang Dijual kepada Wisatawan di Puncak, Paling Mahal Jutaan
Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus trafficking, Jumat (20/11). Foto: Radar Bogor

jpnn.com, BOGOR - Bisnis tempat hiburan malam di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, nekat buka di tengah PSBB. Temasuk usaha esek-esek yang kembali bergeliat.

Mengikuti mulai ramainya wisatawan, para muncikari makin gencar menjual ABG (Anak Baru Gede) untuk disodorkan kepada para wisatawan yang menginap di sejumlah vila di kawasan Cisarua.

Namun, bisnis esek-esek itu terendus polisi. Polres Bogor membongkar praktik maksiat di tengah pandemi Covid-19.

Polres Bogor menangkap tiga muncikari sekaligus. Dalam operasi penangkapan yang dilakukan Polres Bogor terjaring belasan ABG yang menjadi korban perdagangan perempuan. Dua di antaranya masih di bawah umur.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menuturkan, para muncikari menjual ABG-ABG tersebut dengan harga tertinggi Rp 1,2 juta.

“Pelaku ini memberikan tarif Rp 600 ribu sampai Rp 1,2 juta kepada penyewa vila di Puncak Cisarua dan Puncak Cianjur,” ujar Roland Ronaldy dilansir radarbogor.id, Jumat (20/11).

Ia menuturkan, para ABG tersebut dijual dengan sistem online.

Para muncikari ini menjual ABG lewat handphone dengan menawarkan pada wisatawan yang menyewa vila.

Muncikari makin gencar menjual ABG untuk disodorkan kepada para wisatawan yang menginap di kawasan Puncak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News