Sebelum Gantung Diri, Pria Ini Kirim Pesan WhatsApp Menyayat Hati untuk Adiknya

Sebelum Gantung Diri, Pria Ini Kirim Pesan WhatsApp Menyayat Hati untuk Adiknya
Tali untuk gantung diri. Ilustrasi: DH Illustration

jpnn.com, SURABAYA - Oe Chen Lwee (60) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya di Surabaya. Diduga lelaki tersebut tidak kuat lantaran masih hidup sendirian menjelang hari tuanya.

Warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Jalan Rungkut Mapan Barat itu sempat mengirim pesan singkat WhatsApp kepada adiknya, Antonius Cahyadi (51).

Antonius mengatakan pesan tersebut dikirimkan oleh kakaknya pada pukul 09.00 WIB. Pesan itu berisi ucapan selamat perpisahan, dan keluhan mengenai kondisi badannya yang sudah tak kuat untuk melakukan pekerjaan rumah.

“Selamat berpisah meme-meme ku yang baik dan cantik. Sekarang berat badanku sudah mulai di bawah 40 kg, mudah capek, sudah tidak ada tenaga lagi untuk cuci baju, bersih-bersih rumah, dll,” tulisnya.

“Nanti sore atau besok mohon dibantu segera urus proses kremasinya sebelum bau. Jangan khawatir ketularan Covid-19, karena aku belum kena. Surat mobil, kuitansi, semua ada di tas Nissan, di atas speaker di kamarku, pagar dan pintu depan tidak dikunci, xie-xie,” akhir dari pesan itu.

Mendapatkan pesan tersebut, Antonius langsung bergegas menuju rumah kakaknya itu. Namun, dia terlambat, dan sudah menemukan tubuh korban dalam keadaan menggantung.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Rungkut, Iptu Joko Soesanto membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, korban selama ini tinggal sendirian, dan belum menikah.

"Korban selama ini tinggal seorang diri dan belum menikah. Korban gantung diri dengan menggunakan tali rafia di ruang tengah rumah," kata Joko. (ngopibareng/jpnn)

Seorang pria mengirimkan pesan khusus untuk keluarganya sebelum memutuskan gantung diri.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News