Sebelum Penggunaan VAR di Indonesia, Erick Thohir Prioritaskan Ini

Sebelum Penggunaan VAR di Indonesia, Erick Thohir Prioritaskan Ini
Sebelum penggunaan teknologi VAR di Indonesia, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memprioritaskan hal lain.. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebelum penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Indonesia, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memprioritaskan hal lain.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu ingin meningkatkan kesejahteraan wasit terlebih dahulu.

Menurut Erick, pendapatan wasit saat ini masih sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami akan mendorong perbaikan perwasitan dan sistem pertandingan. Baru setelah itu hitung-hitungan soal VAR," ucap Erick.

Sebagai contoh, Erick menjelaskan ada wasit Liga 2, yakni Rohadi yang mendapat upah sekitar Rp 5,5 juta per pertandingan.

Rohadi, lanjut Erick, hanya memimpin lima sampai tujuh laga setiap musim.

Menurut Erick, idealnya seorang wasit bekerja 12 sampai 15 pertandingan setiap musim.

"Dari sana dia mendapat upah Rp 200 ribu per bulan, sedangkan istrinya bekerja sebagai guru PAUD untuk tambahan dengan gajinya Rp 900 ribu per tahun."

Sebelum penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Indonesia, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memprioritaskan hal lain.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News