Selasa, 18 Juni 2019 – 03:43 WIB

Sebut Ansor Sesat, Dubes Saudi Dituntut Minta Maaf

Senin, 03 Desember 2018 – 21:13 WIB
Sebut Ansor Sesat, Dubes Saudi Dituntut Minta Maaf - JPNN.COM

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi (kiri) dan Wakapolri Komjen Syafruddin memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan yang membahas pengamanan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2). Polri menyiapkan 10 ribu pasukan untuk pengamanan Raja Arab di tiga tempat yaitu Jakarta, Bogor dan Bali. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Muhammad al Suaibi meminta maaf. Sebab, Osama melalui akun Twitter-nya menyebut pembakar bendera tauhid sebagai anggota organisasi sesat dan menyimpang.

“Kami mengharapkan klarifikasi dari Yang Mulia Dutabesar Kerajaan Arab Saudi atas unggahan tersebut. Organisasi kami telah disebutkan sebagai ‘organisasi yang menyimpang secara aqidah’ dalam materi unggahan,” kata Gus Yaqut dalam surat GP Ansor kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Senin (3/12).

Gus Yaqut menjelaskan bahwa bendera yang dibakar oleh salah satu anggota Barisan Serbaguna Ansor (Banser) pada kegiatan acara Peringatan Hari Santri di Limbangan, Garut, Jawa Barat adalah bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Pemerintah juga telah menyatakan melalui beberapa media massa bahwa bendera tersebut adalah bendera HTI. HTI merupakan suatu organisasi yang menggunakan agama dan simbolnya demi politik dan kekuasaan, serta telah dilarang Pemerintah di Indonesia dan di beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” terangnya.

“Baik pelaku pembakaran tersebut, maupun pelaku yang menyelundupkan bendera yang dibakar pada acara kegiatan kami, sama-sama sudah diproses di kepolisian. Masalah ini telah diselesaikan secara hukum menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia,” sambungnya.

Dalam surat itu, GP Ansor memohon kepada Menteri Retno untuk dapat menggunakan koresponden diplomatik yang ada. “Guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf Osama,” harap Gus Yaqut. (ian/rmol)

Sumber : RMOL.co
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar