Selain Menuntut Menag Yaqut, Ternyata Massa PA 212 Punya Misi Politik Ini

Selain Menuntut Menag Yaqut, Ternyata Massa PA 212 Punya Misi Politik Ini
Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar aksi massa Bela Islam 2503 di Jalan Merdeka Barat, Jumat, (25/3). Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 memiliki sejumlah tuntutan terhadap pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Selain ingin menumbangkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, massa aksi juga meminta pemerintah menginisiasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anti-Islamofobia

Tuntutan itu terdengar dari mobil komando di mana orator menyampaikan sejumlah tuntutan.

"Tolong sampaikan pada 15 Maret telah ditetapkan oleh PBB sebagai Hari Anti-Islamofobia," ujar orator massa aksi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (25/3).

Menurut orator PA 212, Indonesia memiliki Pancasila yang mengandung falsafah bernegara yang menjunjung tinggi ketuhanan. Di sisi lain, penduduk Indonesia mayoritas Islam.

Namun, orator memandang banyak orang yang menyuarakan tentang islamofobia.

Juru bicara di mobil komando itu menyampaikan sudah 138 negara yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) menyetujui adanya kebijakan tentang Anti-Islamofobia. Indonesia seharusnya mengikuti hal tersebut.

"Kami ingin pemerintah dalam hal ini DPR bekerja sama untuk mejadikan RUU Anti-Islamofobia," tutur orator tersebut. (mcr18/jpnn)


PA 212 menuntut pemerintah menggagas RUU Anti-Islamofobia. Massa mengeklaim sudah banyak negara yang terlibat.


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Mercurius Thomos Mone

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News