Senior Golkar Sebut di Bawah Kepemimpinan Airlangga Suara Partai Anjlok

Senior Golkar Sebut di Bawah Kepemimpinan Airlangga Suara Partai Anjlok
Jubir SOKSI Freddy Latumahina saat menyatakan dukungan organisasinya untuk Bamsoet sebagai Caketum Golkar. Langkah ini juga didukung FKPPI dan Pemuda Pancasila. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Senior Partai Golkar Freddy Latumahina menilai kepemimpinan Airlangga Hartanto selama tiga tahun belakangan membawa partai ke arah yang gelap.

Menurut dia, suara partai anjlok, konsolidasi pengurus di daerah dengan pusat tidak berjalan baik, partai tidak dijalankan sesuai AD/ART.

Oleh karena itu, kata Freddy, wajar kalau banyak kader di daerah tidak menginginkan Airlangga kembali menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

"Tiga tahun Airlangga pimpin partai, suara turun. Daerah-daerah kehilangan ketokohan Golkar. Jadi bukan hanya di nasional saja. Ini membuat semua orang yang cinta partai bertanya-tanya. Mekanisme tingkat pusat tidak jalan, suka-suka dia, ada kesalahan konsolidasi organisasi, melanggar konstitusi partai, otoriter," kata Freddy saat dikonfirmasi, Rabu (20/11).

Freddy meyakini kader yang betul-betul mencintai Golkar pasti akan bersuara melihat kondisi partai saat ini. Dia memastikan desakan dari para senior agar Airlangga tidak lagi memimpin Golkar bukan karena masalah pribadi, tetapi agar partai ini menjalani agenda politik selanjutnya.

"Kesimpulan akhirnya, harus ada perubahan, mengganti semuanya dengan orang baru yang sudah terbukti. Siapa dia? Bambang Soesatyo," tegas Freddy.

Menurut Freddy, pria yang akrab disapa Bamsoet itu salah satu kader yang cukup berprestasi dan layak didukung menjadi ketua umum. Bamsoet punya jejak sangat panjang dalam berorganisasi. Dia juga terbuka dengan semua kalangan.

"Ini tokoh benaran. Dia berhasil memimpin DPR. Selama dua tahun, semua berjalan dengan baik. Keputusan diambil dengan musyawarah mufakat. Produksi undang-undang berjalan dengan baik," terang Freddy. (tan/jpnn)

Senior Partai Golkar Freddy Latumahina menilai kepemimpinan Airlangga Hartanto selama tiga tahun belakangan membawa partai ke arah yang gelap.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News