Seorang Polantas Mengevakuasi Bayi Melewati Derasnya Arus Banjir di Tanah Laut

Seorang Polantas Mengevakuasi Bayi Melewati Derasnya Arus Banjir di Tanah Laut
Seorang anggota Satlantas Polres Tanah Laut mengevakuasi seorang bayi dan keluarganya di lokasi banjir Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati. (ANTARA/Polrestala).

jpnn.com, TANAH LAUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) melaporkan sebanyak 5.753 rumah dan 19.871 jiwa di daerah itu terdampak banjir yang berlangsung sepekan terakhir.

Kapolres Tanah Laut AKBP Cuncun Kurniadi menyampaikan sedikitnya ada 9 kecamatan di kabupaten itu yang terdampak banjir.

Seorang Polantas Mengevakuasi Bayi Melewati Derasnya Arus Banjir di Tanah Laut

Jembatan penghubung Kota Pelaihari dan Pabahanan di Kabupaten Tanah Laut terputus akibat banjir. (ANTARA/Polrestala).

"Dari sembilan kecamatan yang terdampak, Kecamatan Bati-Bati kondisinya paling parah dengan 2.218 rumah terendam dan 7.731 jiwa jadi korban banjir," kata AKBP Cuncun Kurniadi di Pelaihari, Kamis (14/1).

Kondisi banjir yang sudah berlangsung dalam sepekan itu bertambah parah dalam dua hari terakhir. Ketinggian air juga terus bertambah.

Tim SAR gabungan bersama relawan pun terus mengekuasi warga yang rumahnya terendam dengan ketinggian air ada yang mencapai satu meter lebih.

Selain merendam rumah penduduk, satu jembatan penghubung di Kota Pelaihari dan Pabahanan terputus lantaran tergerus banjir.

Sebanyak 19.871 warga mengungsi akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Tanah Laut, Kalsel dalam sepekan terakhir.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News