Seperti Apa Jam Malam di Kota Melbourne

Seperti Apa Jam Malam di Kota Melbourne
Suasana di pusat perbelanjaan di pusat kota Melbourne Bourke St Mall yang sepi dengan pengunjung, kawasan yang biasanya dipenuhi dengan pengunjung. (ABC News: Peter Drought)

Epidemiolog Colin Furness mengatakan jam malam di Kota Wuhan telah membantu mempersingkat masa lockdown.

Dia menyatakan jam malam harus menjadi langkah terakhir setelah semuanya ditutup.

Ahli epidemiologi Timothy Sly mengatakan, jam malam dapat menghentikan orang bergerak dan menyebarkan virus. Tapi mereka juga dapat menyatukan orang dan justru membahayakan mereka.

Mengapa Melbourne melakukannya

Pemerintah setempat menyatakan pembatasan sosial tahap empat yang lebih ketat, termasuk jam malam, dilakukan karena sebagian besar penduduk tidak mematuhi aturan pembatasan sosial yang ada.

Misalnya, ratusan orang yang dites positif COVID-19 ternyata tidak mengisolasi diri. Beberapa di antaranya masih bekerja padahal sudah sakit. Jumlah kasus pun terus meningkat.

Departemen Kesehatan Victoria (DHHS) menjelaskan kepada ABC sebagai berikut:

  • Jam malam di Melbourne bertujuan membatasi pergerakan orang, membatasi penyebaran virus ke seluruh wilayah kota.
  • Satu-satunya alasan meninggalkan rumah pada jam 8 malam hingga jam 5 pagi adalah untuk bekerja, perawatan medis yang mendesak, dan pengasuhan.
  • Jam malam dirancang untuk diterapkan bersama-sama dengan pembatasan tahap empat lainnya demi memperlambat penyebaran virus corona di seluruh Victoria.

Premier Daniel Andrews sendiri menjelaskan, jam malam bertujuan menghentikan warga yang masih berpikiran aman-aman saja jika masih saling berkunjung atau bertemu.

Sementara itu, Stuart dan warga Melbourne lainnya harus tetap berada di balik pagar mereka. Berharap jama malam ini akan berhasil.

Pada Minggu malam pekan lalu, Stuart Dalgleish, seorang warga Kota Melbourne, Australia, tiba-tiba tersadar akan melanggar hukum jika dia melangkah keluar dari pagar rumahnya

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News