Seperti dari Kulkas ke Oven

Revalina S. Temat dan Tim Hwang Atasi Perbedaan Demi Drama

Seperti dari Kulkas ke Oven
Revalina S. Temat. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos
Saat konferensi pers kemarin, karena kendala bahasa, setiap pertanyaan yang dikeluarkan harus diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. Sebab, ada beberapa pemain dan tim dari Korea yang tidak bisa berbahasa Inggris dan tentu mereka juga tidak mengerti bahasa Indonesia. Karena itu, sutradara serial tersebut, Indrayanto Kurniawan, pun mengungkapkan kejadian saat syuting di Korea.

”Suasana syuting di Korea itu timnya orang Korea semua. Ya seperti ini suasananya, harus ada penerjemah dulu. Sebab, mereka juga enggak bisa bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia. Tapi seru,” ujar dia.

Reva juga mengeluhkan hal yang sama. ”Bahasa dan cuaca itu kendala utama. Enggak semua orang Korea bisa bahasa Inggris. Sudah gitu di sana pas winter dinginnya minta ampun. Sampai minus 20 derajat. Saya sampai pingsan di salju. Yang lain juga begitu. Kami tepar semua. Sampai harus ke rumah sakit di infus dulu. Drop soalnya,” terang Reva.

Begitu juga dengan Tim. Dia tidak terbiasa dengan cuaca panas di Indonesia. Kelar syuting di Korea, syuting berlanjut di Bali yang cuacanya tropis cenderung panas. Ibaratnya seperti keluar kulkas masuk ke dalam oven.

JAKARTA – Tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap budaya Korea direspons pelaku industri hiburan dengan beragam bentuk. Yang dilakukan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News