JPNN.com

Simak nih, Hitung-hitungan Menteri Edhy soal Dampak Lingkungan Ekspor Benih Lobster

Senin, 06 Juli 2020 – 15:44 WIB
Simak nih, Hitung-hitungan Menteri Edhy soal Dampak Lingkungan Ekspor Benih Lobster - JPNN.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kelautan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengungkap alasannya membuka kembali kebijakan ekspor dan budidaya benih lobster atau benur yang sempat dilarang di era Menteri Susi Pudjiastuti.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR, Sudin pada Senin (6/7), Edhy mengatakan telah menjelaskan berkali-kali soal izin ekspor benih lobster yang belakangan jadi polemik.

Semangat dari dibukanya izin ekspor dan budidaya benih lobster tersebut menurut Edhy, untuk menghidupkan kembali usaha yang tergantung pada budidaya dan ekspor benih lobster namun terkendala kebijakan sebelumnya.

"Apalagi dalam situasi yang seperti ini. Memang kami tidak ingin bersembunyi di balik covid sehingga semua kebijakan kita menggunakan kesempatan ini. Kebijakan yang kami lakukan ini sebenarnya sudah direncanakan jauh sebelum covid," kata Edhy.

"Izin ini adalah ingin memfasilitasi bagaimana masyarakat yang tadinya tergantung kehidupannya dari menangkap benih lobster, bisa hidup kembali," sambung politikus Gerindra itu.

Edhy yang juga mantan ketua Komisi IV DPR, juga menjawab kekhawatiran masalah lingkungan yang bisa bikin lobster itu punah. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi karena 1 ekor lobster bisa bertelur sampai 1 juta.

Bahkan, di daerah yang musim panasnya hanya 4 bulan, lobster bisa bertelur sampai 4 kali. Hal ini hasil penelitian KKP di Tasmania. Sedangkan Indonesia, tegas Edhy, merupakan negara yang banyak mataharinya, dan hampir sepanjang tahun berlangsung panas.

"Memang belum kami teliti apakah bisa sepanjang tahun, tetapi dengan satu kali yang satu juta saja, pak ketua, itu jumlahnya sudah dua kali dari estimasi yang kami bikin sebelumnya," jelas Edhy.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil