Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Tewas, Sempat Dilarikan ke UGD

Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Tewas, Sempat Dilarikan ke UGD
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar Baharuddin angkat suara soal kasus kekerasan di sebuah madrasah tsanawiyah (MTs) negeri di Blitar. ANTARA/ HO-dokumen pribadi

"Waktunya sangat singkat. Teman-temannya sudah menghalau tetapi terlepas. Kejadian ini juga spontan," katanya.

Dia menambahkan dari keterangan guru murid di sekolah tersebut, antara korban MA, pelajar kelas 9.5, dengan pelaku pemukulan KR, pelajar kelas 9.7 tidak ditemukan indikasi perselisihan, permusuhan sebelumnya.

"Hanya sehari sebelumnya, pelaku di jam istirahat masuk ruangan kelas korban kemudian ditegur kok masuk di ruang lain."

"Itu rupanya jadi tersinggung sehingga besok harinya melakukan tindakan tersebut," kata dia.

Pihaknya juga berduka dengan kejadian itu dan berharap keluarga korban diberi ketabahan, kesabaran dalam musibah ini.

Dia menambahkan peristiwa ini juga menjadi pembelajaran para pemangku satuan pendidikan dan stakeholder untuk lebih memperhatikan penguatan karakter yang di kurikulum merdeka adalah profil pelajar Pancasila.

Sebagai pelaksana pendidikan pihaknya tetap mengedepankan aspek masa depan anak, apalagi yang bersangkutan masih bersekolah setingkat SMP sehingga dari sisi usia belum dewasa.

Kejadian tersebut, kata dia, juga menjadi proses pembelajaran dan pembinaan. Dari Kemenag Kabupaten Blitar juga melakukan mitigasi agar hak-hak anak terkait dengan masa depan tetap terjaga.

Kasus kekerasan terjadi di sebuah madrasah Tsanawiyah, korban tewas setelah sempat dilarikan ke UGD.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News