Siswa SD-SMA Kembali Bersekolah, Sarjana Dicarikan Pekerjaan

Siswa SD-SMA Kembali Bersekolah, Sarjana Dicarikan Pekerjaan
Mahasiswa Indonesia memperkenalkan Indonesia kepada murid-murid sekolah dasar di Beijing yang berkunjung ke Kedubes RI di Beijing, Sabtu (28/9). Foto: ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie

"Kami akan mengklasifikasi setiap orang seakurat mungkin. Contohnya, mereka yang baru pulang dari luar negeri, yang baru keluar dari rumah sakit, orang tanpa gejala, dan mereka yang tinggal di daerah berisiko tinggi harus benar-benar sehat sebelum kembali ke sekolah," kata Wang.

Menurut dia, beberapa sekolah dan kampus memberlakukan pencegahan yang sangat ketat.

"Sekarang kami punya aturan khusus tentang jarak antarsiswa dan guru serta berusaha mengatur mekanisme pengawasan kondisi kesehatan mereka dan sistem pelacakan," katanya menambahkan.

Selain pembukaan sekolah, MoE juga berupaya membantu para lulusan, terutama yang tinggal di daerah miskin, mendapatkan pekerjaan sejak bursa kerja ditiadakan saat wabah penyakit mematikan itu berjangkit.

MoE menyebutkan 132.900 lulusan perguruan tinggi dari 52 kabupaten belum terentaskan dari jurang kemiskinan.

Sekitar 45.500 lulusan di antaranya mengalami kesulitan ekonomi.

"Mempekerjakan mereka menjadi prioritas utama kami. Lebih banyak bantuan dan kebijakan khusus yang akan diberikan kepada mereka," kata Direktur Kemahasiswaan MoE Wang Hui.

Untuk meringankan beban lulusan dalam mencari pekerjaan, lanjut dia, MoE akan menambah kuota pendaftaran pascasarjana hingga 189.000 bangku pada tahun ini.

Sudah sekitar 40 persen siswa di Tiongkok atau China kembali bersekolah, sementara sarjana yang lulus di masa pandemic COVID-19, dicarikan pekerjaan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News