Siti Nadia: HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian di Masa Pandemi

Siti Nadia: HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian di Masa Pandemi
Arsip Foto. Kegiatan kampanye pencegahan penularan HIV/AIDS di Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/1/2020). (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan bahwa upaya penanganan HIV/AIDS tidak boleh luput dari perhatian di masa pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia, Selasa (1/12).

??????"Di tengah kondisi pandemi saat ini, isu HIV/AIDS tidak boleh luput dari perhatian," kata Siti Nadia Tarmizi dalam siaran persnya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, peningkatan upaya promotif dan preventif diprioritaskan dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Siti juga menekankan pentingnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit infeksi menular seksual (PIMS) dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Sementara itu, Ketua Tim Penasihat Kolegium Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili menyatakan, pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini merupakan bagian penting dalam upaya mencegah penularan virus perusak kekebalan tubuh yang menyebabkan AIDS.

"Edukasi seksual harus meliputi aspek moral, sosial, kesehatan dan agama, di mana dokter akan berperan memberikan pengobatan dan pemerintah mendesain program dan regulasi," kata dr Sjaiful Fahmi.

Menurutnya, pendidikan kesehatan reproduksi mesti dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.

Kemenkes memperkirakan jumlah ODHAdi Indonesia mencapai 543.100 orang, dan 398.784 orang di antaranya telah ditemukan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News