Situs Pertemanan Buruk bagi Kesehatan

Situs Pertemanan Buruk bagi Kesehatan
Foto: AFP
LONDON - Dengan memanfaatkan situs jaringan pertemanan, dunia seakan makin sempit. Hanya lewat tuts keyboard komputer, kita sudah bisa berinteraksi dengan siapa saja, dimana saja. Ternyata, menurut pada pakar, kebiasaan ini bila mencandu, berdampak buruk bagi kesehatan. Bergaul di kehidupan nyata tetap lebih baik ketimbang hanya pergaulan lewat layar kaca alias dunia maya.

Dr Aric Sigman, memaparkan hasil penelitiannya di Biologist, sebuah jurnal terbitan the Institute of Biology, Inggris. Menurutnya, meski memperkaya hubungan sosial, kebiasaan bergaul via situs pertemanan semisal Facebook atau Friendster, berpotensi mengurangi sosialisasi antar manusia di kehidupan nyata. Itulah kemudian yang berdampak pada sisi-sisi biologis manusia. Diantaranya, mengubah alur kerja gen, menghambat respon sistem imun, tingkat hormon, fungsi arteri dan memengaruhi kondisi mental.

Ini, jelas Sigman, berpotensi meningkatkan resiko gangguan kesehatan, seperti kanker, stroke, penyakit jantung dan dementia (semacam kelainan jiwa). ’’Situs jaringan pertemanan memang menghiasai kehidupan sosial kita, namun, hasil temuan kami berbeda. Ini bukan menjadi alat untuk mempertinggi, malah makin menggantikan (hubungan sosial),’’ kata Sigman seperti dilansir BBC kemarin (19/2).

Sigman telah lama memerhatikan gejala sistem sosial seperti ini, khususnya di Inggris, lokasi penelitiannya. Dari pengamatannya sejak 1987, interaksi manusia face to face, kian menurun. Apalagi sejak media elektronik berkembang pesat dan mengurung banyak manusia dalam kesenangan pribadi dan individual. Email ataupun SMS (layanan pesan singkat) lebih disukai sebagai alat interaksi pengganti diri.

LONDON - Dengan memanfaatkan situs jaringan pertemanan, dunia seakan makin sempit. Hanya lewat tuts keyboard komputer, kita sudah bisa berinteraksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News