JPNN.com

Soroti Proyek Jalur Pipa Gas Cisem, Ganjar: Saya Harap Percepatan tidak Hanya Slogan Saja

Kamis, 26 November 2020 – 04:09 WIB
Soroti Proyek Jalur Pipa Gas Cisem, Ganjar: Saya Harap Percepatan tidak Hanya Slogan Saja - JPNN.com
Gubernur Ganjar Pranowo di kantornya. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pembangunan infrastruktur gas sangat penting untuk mendukung pengembangan kawasan industri di wilayah Jawa Tengah. 

Dia berharap pembangunan infrastruktur gas menjadi prioritas. Ganjar juga menyoroti kelanjutan pembangunan pipa gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem).

"Infrastruktur gas penting dan harus menjadi prioritas. Gas banyak dan melimpah tetapi belum digunakan. Harapan saya bisa secepatnya menggunakan energi gas yang relatif ramah lingkungan," kata Ganjar saat menjadi narasumber dalam webinar bertema “Kontribusi Kawasan Industri bagi Perekonomian Nasional dan Daerah : Kondisi Kawasan Industri dan Kendala Regulasi dan Operasional yang dihadapi Pemerintah Daerah, di Rumah Dinas Puri Gedeh.

Dalam kesempatan itu Ganjar juga menyoroti proyek pembangunan jalur pipa gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem) yang sampai hari ini belum menemui titik terang.

Saat pertemuan terakhir dengan Ganjar pada Agustus 2020 lalu, pihak terkait menyepakati bisa memulai proyek pada akhir September 2020.

"Cisem itu kemarin Komisi VII datang, BPH Migas datang, Rekind datang, terus PT Gas janji September akhir dan saya minta maju tidak bisa. Tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda apa pun. Itu perlu di gaspol juga," katanya.

Sementara itu terkait kontribusi kawasan industri, Ganjar mengatakan dampak nyata yang terlihat adalah tingginya serapan tenagan kerja. Dari data tahun 2016 sampai triwulan I, II, dan III tahun 2020 serapan tenaga kerja sangat besar. Serapan ini penting karena menjadi salah satu strategi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Realisasi investasi PMA kami juga bagus, paling tinggi Batang dan Jepara masing-masing 35 persen. Jepara ini cukup agresif dan saya sempat was-was karena tukang ukir ingin berubah menjadi buruh. Bupati sudah saya minta segera ambil sikap, khususnya industri furniture harus kita protect. PMDN kita juga lebih besar, tertinggi ada di Kabupaten Tegal, lalu Kota Semarang dan Grobogan," jelas Ganjar.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
natalia