Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Yandri Susanto Sebut BTQ Harus Dipertahankan

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Yandri Susanto Sebut BTQ Harus Dipertahankan
Yandri Susanto. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - MPR RI terus menyosialisasikan empat pilar di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/11).

Kali ini, MPR berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam SMP, SD, dan SMK Kabupaten Serang.

Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto mengatakan empat pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ini penting diketahui oleh setiap warga negara untuk mengenali Indonesia.

Seusai menyampaikan pidatonya, Yandri mengaku menerima aspirasi tentang pelajaran soal baca dan tulis Al-Qur'an (BTQ) sebagai mata pelajaran muatan lokal yang sudah hilang.

"Nah, sekarang di beberapa daerah, termasuk tadi saya dengar di beberapa daerah di Banten, baca dan tulis Al-Qur'an itu BTQ itu sudah hilang," kata legislator Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ditemui setelah kegiatan sosialisasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Menurut Yandri, BTQ seharusnya tidak hilang sebagai pelajaran untuk anak didik meskipun dijadikan sebagai bahan pendidikan saat ekstrakurikuler.

"Menurut saya itu tidak boleh hilang, kalau pun hanya satu muatan lokal, itu menurut saya BTQ, lah, yang paling pas untuk muatan lokal yang lain bisa mengikut, bisa dijadikan pendidikan extrakulikuler," katanya.

Yandri pun meminta pemerintah daerah dari bupati dan wali kota bisa mempertahankan BTQ sebagai pelajaran di level SD, SMP, atau SMA.

Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto menyebut BTQ seharusnya tidak hilang sebagai pelajaran untuk anak didik meski dijadikan bahan pendidikan saat ekstrakurikuler.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News