Sosiolog: Masalah LGBT Bisa Tuntas kalau Presiden Tegas

Sosiolog: Masalah LGBT Bisa Tuntas kalau Presiden Tegas
LGBT. Ilustrasi Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Maraknya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di tanah air menjadi bukti ketidaktegasan pemerintah.

Menurut sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, harus ada aturan yang jelas tentang LGBT. Apalagi ini bukan masalah baru di Indonesia.

"LGBT adalah masalah lama tapi sampai sekarang nggak selesai-selesai," kata Musni di Jakarta, Sabtu (20/1).

Penuntasan kasus LGBT terasa lambat karena Indonesia merasa adalah bagian dari negara dunia.

Pemerintah takut dicap sebagai negara yang melanggar HAM. Padahal Indonesia punya undang-undang sendiri.

"Beginilah kalau pemimpin di Indonesia tidak tegas, jadinya masalah ini berlarut-larut. Mestinya, presiden tegas bahwa LGBT tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang mayoritas Islam. Sejak zaman Nabi Luth, Allah SWT melaknat Kaum Sodom yang terkenal penyuka sesama jenis," bebernya.

Dia pun mengimbau agar eksekutif maupun legislatif membuat aturan tegas larangan LGBT. Dan, tidak memberikan pengakuan kepada kaum LGBT.

"Banyak negara yang sudah memberikan pengakuan terhadap kaum LGBT tapi bukan berarti Indonesia harus ikut-ikutan. Ketegasan pemimpin negara ini sangat dibutuhkan agar masalah tersebut tuntas," pungkasnya.(esy/jpnn)


Maraknya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di tanah air menjadi bukti ketidaktegasan pemerintah.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News