Sri Mulyani Akui Beban Akibat Pandemi Covid-19 Sangat Berat

Sri Mulyani Akui Beban Akibat Pandemi Covid-19 Sangat Berat
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan beban yang harus ditanggung akibat pandemi Covid-19 terlalu berat. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pemulihan ekonomi tak dapat terlaksana jika hanya mengandalkan APBN, karena beban yang harus ditanggung akibat pandemi Covid-19 terlalu berat.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, bersama pemangku kepentingan terkait yakni Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) termasuk Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) terus bersinergi, tak hanya untuk memulihkan perekonomian namun juga membuat ekonomi nasional menjadi lebih kuat.

“Ini adalah bagian yang saling melengkapi, instrumen APBN kemudian Pak Gubernur BI dengan moneter, OJK dan kemudian reformasi di bidang struktural agar Indonesia tidak hanya pulih namun bisa tumbuh kembali secara kuat dan lebih baik,” ujar Sri Mulyani saat talkshow bertajuk Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Semarang, Kamis (25/3).

Dia menjelaskan, tantangan pada 2021 adalah mengakselerasi pemulihan ekonomi melalui kerja sama dengan sejumlah stakeholder.

“Dengan kerja sama yang luar biasa ini, kami bisa menahan ekonomi agar tidak mengalami kontraksi sangat dalam walaupun di kuartal dua tahun lalu tidak terhindarkan. Indonesia mencapai kontraksi di atas lima persen, namun kuartal ketiga, keempat sudah mulai pulih kembali,” kata dia.

Sri Mulyani mengatakan, keberhasilan pertumbuhan ekonomi pada 2020 perlu diakselerasi pada tahun ini.

Menurut dia, agar tercipta kesempatan kerja dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam suasana seperti ini pemerintah tidak hanya menggunakan instrumen APBN, Presiden bahkan dengan Menko Perekonomian terus melakukan dukungan untuk reformasi di dalam kegiatan investasi. Makanya undang-undang Omnibus Cipta Kerja menjadi sangat penting,” ujar dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan beban yang harus ditanggung akibat pandemi Covid-19 terlalu berat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News