SSAP dan YPOI Luncurkan Buku Terbitan Bersama Tiongkok-Indonesia

SSAP dan YPOI Luncurkan Buku Terbitan Bersama Tiongkok-Indonesia
Indonesia International Book Fair (IIBF) 2022, di Jakarta Convention Center. Foto: source for JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Social Sciences Academic Press atau SSAP Tiongkok dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia (YPOI) menggelar peluncuran buku dan diskusi pada Indonesia International Book Fair (IIBF) 2022, di Jakarta Convention Center.

Acara pada Sabtu (12/11) itu menghadirkan narasumber Dahlan Iskan (founder Harian Disway, Menteri BUMN 2011-2014) dan Novi Basuki (pengamat Tiongkok).

"Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah KTT G20 yang sedang berlangsung di Bali. Berkaitan dengan hal tersebut maka penting buat Indonesia International Book Fair 2022 mempresentasikan kerja sama bidang budaya antara Tiongkok dan Indonesia melalui penerbitan bersama," bunyi keterangan pers dari pihak SSAP dan POI, Selasa (15/11).

Sejak 2016, SSAP telah membangun kerja sama dengan YPOI dalam penerbitan berbagai buku bidang ilmu sosial, yang merupakan salah satu dari produk the Yearbooks series (seri Buku Tahunan – sebagai produk andalan SSAP) atau laporan tahunan yang mengusung tema keadaan dan kondisi bangsa.

"Seri buku itu memberikan gambaran komprehensif tentang perkembangan terbaru Tiongkok di bidang ekonomi, masyarakat, pendidikan, lingkungan, budaya, hukum, pemerintahan, hubungan internasional, dan lain-lain, yang merupakan hasil susunan serta suntingan para peneliti dan cendekiawan terkemuka dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok dan lembaga penelitian terkemuka lainnya," bunyi keterangan pada rilis tersebut.

SSAP dan YPOI melakukan upaya peningkatan dan perluasan terkait jual beli hak cipta buku (books copyright) serta dukungan atas program bantuan penerjemahan.

Program kerja sama antara Tiongkok-Indonesia ini tidak hanya satu penerbit saja, tetapi bisa dengan penerbit-penerbit lain di Indonesia yang mengajukan translation funding program dari Tiongkok.

"Program ini bertujuan tidak hanya menerbitkan saja, tetapi sebagai ajang pertukaran budaya melalui proses translation funding program."

Program kerja sama Tiongkok-Indonesia ini tidak hanya satu penerbit saja, tetapi bisa banyak penerbit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News