Studi Nissan: 50 Persen Konsumen Indonesia Tertarik Membeli Mobil Listrik 

Studi Nissan: 50 Persen Konsumen Indonesia Tertarik Membeli Mobil Listrik 
Wakil Presiden Regional Nissan ASEAN Isao Sekiguchi meluncurkan mobil listrik e-Power di Indonesia. Foto: Nissan

jpnn.com, JAKARTA - Pabrikan mobil asal Jepang, Nissan baru saja membeberkan hasil studi terbaru mereka tentang perkembangan mobil listrik di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan melalui acara bertajuk 'Nissan The Future of Electrified Vehicles in Southeast Asia' yang digelar secara virtual, Kamis (4/2).

Studi tersebut menunjukkan hampir dua pertiga (64 persen) dari tiga ribu responden di Thailand, Filipina, Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Singapura lebih mempertimbangkan kendaraan listrik dibandingkan lima tahun lalu.

Studi itu juga menunjukkan 66 persen konsumen di seluruh wilayah tadi percaya mereka pasti akan memakai mobil listrik sebagai bagian dari kehidupan mereka dalam waktu dekat.

Menurut studi tersebut, 50 persen pemilik kendaraan non-listrik di Indonesia menyatakan bahwa mereka pasti akan mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pembelian mobil berikutnya dalam tiga tahun ke depan.

Dampak positif terhadap lingkungan dan teknologi keselamatan menjadi faktor utama bagi masyarakat Indonesia untuk mempertimbangkan kendaraan listrik.

Wakil Presiden Regional Nissan ASEAN Isao Sekiguchi mengatakan, pihaknya tergerak bahwa konsumen di ASEAN melihat mobil listrik sebagai sarana pendukung mereka untuk menjadi ramah lingkungan.

"Tidak hanya ramah lingkungan, mobil listrik juga membantu mengurangi beban masing-masing kota dari polusi udara," kata Isao Sekiguchi dalam sambutannya.

Nissan membeberkan hasil studi terbaru mereka tentang perkembangan mobil listrik di kawasan Asia Tenggara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News