Sulaiman, Asisten Pribadi Gus Dur Bertutur soal Gus Dur

Sering Ingatkan Daftar Makanan yang Dilanggar

Sulaiman, Asisten Pribadi Gus Dur Bertutur soal Gus Dur
Sulaiman dan Gus Dur. Foto : M Ali/JAWA POS
 

Awalnya Sulaiman bukan siapa-siapa. Sebagai Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Jagakarsa, dia otomatis aktif juga sebagai Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Wilayah tugasnya termasuk Ciganjur, kediaman Gus Dur. Setiap ada kegiatan di rumah Gus Dur di Jalan Warung Silah, Sulaiman aktif membantu. "Mungkin karena melihat saya fanatik dengan Gus Dur, saya diminta bantu-bantu di keluarga Gus Dur," tuturnya.

Yang mengajak saat itu adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Saifullah Yusuf (Wagub Jatim). Tugasnya saat itu serabutan. Apa saja yang diperintah keluarga Gus Dur dia jalankan. Tidak lama setelah itu Gus Dur terpilih menjadi presiden. Pendiri Forum Demokrasi itu pun boyongan ke Istana Merdeka. Sulaiman ikut diboyong. "Tugas saya waktu itu menyiapkan makan untuk Gus Dur," kata bapak dua anak itu.

 

Tugas itu hanya bertahan empat bulan. Pekerjaan menyiapkan makan diambil alih oleh rumah tangga kepresidenan. Sulaiman diberi tugas lain, sebagai kepala rumah tangga Ciganjur. Tugasnya mengurusi tetek bengek keperluan di kediaman pribadi Gus Dur. Karena itu, kalau di luar acara kenegaraan, Sulaiman menjadi asisten Gus Dur.

 

Pada Juli 2001, Gus Dur lengser. Alumnus Universitas Baghdad, Iraq, itu meninggalkan istana dan kembali ke Ciganjur. Sejak itu Sulaiman mendapat kepercayaan penuh dari keluarga Ciganjur untuk mendampingi Gus Dur. Ada yang menyebut asisten, pengawal, atau ajudan. Sebab, Gus Dur maupun keluarga Ciganjur tidak memberikan nama khusus untuk jabatan tersebut. "Pokoknya disuruh bantu-bantu Bapak," katanya.

Selain keluarga, ada orang yang sangat setia mendampingi Abdurrahman Wahid. Dia adalah Sulaiman yang sering terlihat mendorong kursi roda atau menuntun

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News