Sultan DPD RI: Kegiatan Ekonomi Harus Ramah pada Kesinambungan Ekologis

Sultan DPD RI: Kegiatan Ekonomi Harus Ramah pada Kesinambungan Ekologis
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin (kedua kiri) menanggapi hasil studi IPB yang memproyeksikan Indonesia bakal kehilangan 55 juta hektare tutupan hutan di tahun 2040. Foto: Humas DPD RI

Senator muda asal Bengkulu ini juga menilai masalah yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup makin kompleks. Sebab, dampak perubahan iklim yang sudah dirasakan dan diperkirakan akan bertambah besar apabila tidak diantisipasi melalui kegiatan adaptasi, mitigasi, dan konservasi.

Menyetir pendapat Dodik Ridho Nurrochma, menurut Sultan, hal itu tidak akan terjadi kalau Indonesia melakukan perbaikan-perbaikan multiusaha kehutanan dan berupaya membuat kebijakan pertumbuhan ekonomi yang baru.

Dia mengatakan penurunan tutupan hutan hingga 55 juta hektare baru bakal terjadi pada 2057. Sedangkan kalau tetap business as usual maka proyeksi tersebut akan benar-benar terjadi pada tahun 2040.

Sementara, jika pemerintah berupaya melakukan kebijakan baru yang meminimalisasi deforestasi, Dodik mengatakan penurunan tutupan hutan hingga 55 juta hektare baru bakal terjadi pada 2057.

Pada bagian akhir, Sultan meminta para pemangku kepentingan agar membuat regulasi yang mengedepankan aspek keadilan ekonomi, sosial dan ekologis.

“Kebijakan mengenai masalah deforestasi ini harus diformulasikan dengan mengedepankan tiga asas tersebut (keadilan, sosial, dan ekologis, red),” ujar Sultan.(fri/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menanggapi hasil studi IPB yang memproyeksikan Indonesia bakal kehilangan 55 juta hektare tutupan hutan di tahun 2040.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News