Sumber Air Minim, Nunukan Krisis Air Bersih

Sumber Air Minim, Nunukan Krisis Air Bersih
Pembangunan embung sulit dilakukan saat ini karena terkendala persoalan lahan dan minimnya anggaran untuk pembangunan embung. Tampak salah satu embung milik PDAM Nunukan jika kemarau mengalami kekeringan dan penurunan debit air. Foto: radartarakan/jpg

jpnn.com, NUNUKAN - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk diolah menjadi air minum.

Pasalnya, sumber air bersih di daerah tersebut sangat minim. Saat ini, PDAM hanya berharap dari aliran sungai yang ada untuk diolah menjadi air bersih.

Sedangkan, pembangunan embung selalu terbentur dengan masalah pembebasan lahan.

Kepala Bagian Teknik, PDAM Nunukan, Dalimin mengatakan, di Nunukan sendiri sumber air hanya berharap dari aliran sungai.

Beberapa aliran air sungai telah diusulkan untuk dilakukan pembangunan embung, namun sangat berkaitan dengan lahan.

“Harus dibutuhkan lahan untuk instalasi, bukan hanya aliran sungai saja yang dibutuhkan,” kata Dalimin.

Dia menyampaikan, untuk daerah yang sangat membutuhkan air bersih saat ini di Kecamatan Nunukan Selatan, karena saat ini pusat pemerintahan berada di daerah tersebut.

Bahkan, rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akan membangun Marine Techno Park.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk diolah menjadi air minum.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News