Survei Charta Politika: Elektabilitas PPP di Bawah Ambang Batas Parlemen

Survei Charta Politika: Elektabilitas PPP di Bawah Ambang Batas Parlemen
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Charta Politika merilis hasil survei terkait elektabilitas partai di DPR. Hasilnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak mencapai parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen 4 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan dari 16 partai politik, PPP masuk dalam urutan ke-8 dengan 2,7 persen.

Dia menyebut hal ini perlu menjadi catatan ketika menghadapi Pemilu 2024.

“Masih menjadi PR bagaimana PPP dengan PAN ini masih harus berkutat dengan angka elektabilitas yang ada di bawah PT," kata Yunarto dalam siaran persnya, Rabu, (15/6).

Menurut Yunarto, PPP cenderung tak akan menjadi pemain utama dalam pemberitaan politik secara aktual sekarang ini. Jika menghadapi pilpres dan pileg yang digelar serentak di 14 Februari 2024, tentunya PPP diprediksi tidak memiliki kesempatan.

"Menurut saya, ini akan sangat penting untuk bisa menjadi booster dari keberadaan partainya. Yang memang dalam isu belakangan dalam media monitoring cenderung tidak menjadi pemain utama," tutur Yunarto.

Yunarto menyebut dalam survei tersebut ditemukan 15,8 persen peserta yang tidak menjawab maupun menjawab tak tahu. Maka, ini bisa menjadi undecided voters yang potensial bagi keduanya.

"PPP dengan PAN masih mendapatkan angka di bawah PT. Walaupun masih ada angka tidak tahu tidak jawab sebagai potensial undicided voters," terang Yunarto.

Charta Politika telah merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas partai politik. Hasilnya, PPP berada di bawah ambang batas atau tidak sampai 4 persen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News