JPNN.com

Survei LKPI: PDIP dan Golkar Bersaing Ketat di Puncak

Sabtu, 02 Januari 2021 – 16:39 WIB
Survei LKPI: PDIP dan Golkar Bersaing Ketat di Puncak - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei yang dirilis Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menunjukkan PDIP dan Golkar adalah dua partai dengan elektabilitas tertinggi saat ini.

Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nur Cahyono mengatakan survei ditanyakan kepada 1225 responden, diberikan pertanyaan parpol mana yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini.

"Maka hasil nya tingkat keterpilihan Parpol: PDI Perjuangan (17,8%), Golkar (15,2?), Partai Demokrat (10,8%), PKB (8,8%), NasDem (8,1%), PKS (6,9%), Gerindra (6,6%), PSI (4,2%), PAN (3,1%), PPP (2,9%), Hanura (1,6%), dan lainnya dibawah 0,5 persen," ujar Arifin saat dikonfirmasi, Sabtu (2/1/2021).

Survei dilakukan pada 20-27 Desember 2020, dengan jumlah responden 1.225 orang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia. Penentuan sample Metode Mix-Mode karena riset ini yang dilakukan di era pandemi Covid-19 yang membatasi untuk melakukan wawancara tatap muka.

Karena itu Survei Jajak Pendapat ini dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak. Survei melalui telepon ini menggunkan petugas wawancara yang telah dilatih untuk mengajukan pertanyaan dan mencatat jawaban yang diberikan responden pada komputer.

"Diketahui, margin of error survei sebesar kurang lebih 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen," tutur Arifin.

Selain itu, ucap Arifin, LKPI juga menanyakan pada 1225 responden, perihal kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Hasilnya sebanyak 76,6 persen merasa puas dan yakin dengan usaha pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah yang sangat membantu pada ekonomi rumah tangga keluarga masyarakat Indonesia akibat dampak Covid-19.

"Dan sebanyak 18,7 persen menyatakan tidak puas usaha pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah karena tidak ada dampak positive terhadap keadaan ekonomi rumah tangga masyarakat sedangkan 4,7 persen tidak menyatakan apapun," tuturnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...