Survei: Selisih Elektabilitas Ahok dengan Yusril Tak Sampai Lima Persen

Survei: Selisih Elektabilitas Ahok dengan Yusril Tak Sampai Lima Persen
Yusril Ihza Mahendra. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Hingga akhir Agustus kemarin elektabilitas Gubernur Basuki T Purnama masih yang tertinggi di antara bakal calon gubernur DKI Jakarta lainnya. Meski begitu, elektabilitas sang incumben mulai terkejar oleh Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.

Demikian hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) pada 22-28 Agustus 2016. Dalam simulasi empat pasangan calon, elektabilitas gubernur yang akrab disapa Ahok itu hanya unggul 4,6 persen dari Yusril.

"Pada simulasi empat nama calon, Ahok dipilih oleh 35%, disusul Yusril sebesar 30,4%, Tri Rismaharani 11,2%, dan Sandiaga Uno 5,8% dengan angka yang belum memutuskan sebesar 17,6%," kata Direktur Riset LSPI Julpan Haris dalam acara pemaparan survei di Jakarta, Jumat (2/9). 

Menurut Julpan, hasil itu juga menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok menurun. Pada survey LSPI sebelumnya, Ahok mendapatkan 36,2%, Yusril 28,6%, Risma 9,4%, dan Sandiaga Uno 3,1%. 

Faktor yang menyebabkan penurunan tersebut di antaranya, banyak persoalan di DKI Jakarta yang tidak mampu diselesaikan dan faktor kepribadian Ahok yang kontroversial. "Kecenderungan penurunan ini paralel dengan angka ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Ahok dalam persoalan pelayanan publik terutama persoalan kemacetan yang dianggap responden justru semakin meningkat," ujar Julpan. 

Sementara di sisi lain, beberapa calon lawan Ahok yang dianggap potensial, mengalami fluktuasi elektoral secara beragam. Yusril Ihza Mahendra mengalami kenaikan meski tidak signifikan. Demikian juga dengan Sandiaga Uno yang sudah disusung oleh Gerindra. Nama Risma yang paling banyak dianggap sebagai lawan potensial Ahok juga tidak mengalami kenaikan signifikan. 

"Khusus soal Risma, responden beralasan ketidakpastian PDIP dalam menyalonkan Risma,"

Data simulasi pasangan calon juga menunjukkan hal yang menarik. Jika Ahok bersama Djarot berhadapan-hadapan dengan Yusril Ihza-Sandiaga Uno, selisih perolehan keduanya terpaut hanya 11 %, "Ahok-Djarot 48,8% dan Yusril-Sandi 37,3% dengan angka yang belum memutuskan sebesar 13,9%. Jadi, survey LSPI juga menunjukkan potensi pasangan Yusril Ihza Mahendra-Sandiaga Uno jika mereka berpasangan dapat mengejar calon incumbent jika berpasangan dengan Djarot," pungkas Julpan.

JAKARTA - Hingga akhir Agustus kemarin elektabilitas Gubernur Basuki T Purnama masih yang tertinggi di antara bakal calon gubernur DKI Jakarta lainnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News