JPNN.com

Tak Ada Kontak Tembak, Anggota KSB Menyerahkan Diri, Berkat Kerja Keras Dandim

Sabtu, 20 Juni 2020 – 00:12 WIB
Tak Ada Kontak Tembak, Anggota KSB Menyerahkan Diri, Berkat Kerja Keras Dandim - JPNN.com
Satu anggota KSB wilayah Mewoluk Tendison Enumbi berhasil diajak Dandim 1714/PS Letkol Inf Agus Sunaryo untuk kembali kepada NKRI dan menyerahkan satu senjata api. Foto: ANTARA Papua/HO-Pendam XVII/Cenderawasih

jpnn.com, JAYAPURA - Seorang Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) wilayah Mewoluk Tendison Enumbi menyerahkan diri.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, proses keinginan penyerahan diri dan kembali bergabung ke dalam bagian masyarakat dan NKRI tersebut bermula ketika Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo berkomunikasi selama satu bulan dengan salah satu anggota KSB Tendison Enumbi.

"Setelah komunikasi berjalan lancar selama satu bulan, Tendison Enumbi menyampaikan akan menyerahkan diri ke pemerintah," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).

Selanjutnya pada Kamis (18/6) Tendison Enumbi dan Dandim merencanakan akan bertemu di sekitar Kota Mulia untuk menyerahkan senjata pistol jenis Barreta buatan Italia beserta amunisinya.

Tetapi saat perjalanan menuju Kota Mulia Tendison yang berangkat dari kampung Elubo, Distrik Mewoluk terjatuh di kali Mewoluk dan menyebabkan pistol yang dibawa meletus dan mengenai di bawah pinggang kanan tembus betis kaki kanan.

"Sekitar Pukul 15.30 WIT masyarakat yang menemukan Tendison Enumbi yang sedang terluka membawanya bertemu dengan wakil ketua Klasis hingga mengajak korban ke kota Mulia untuk berobat," katanya.

Saat perjalanan menuju RSU Mulia, Tendison menyampaikan kepada kelompoknya yang ada di sekitar TKP, untuk tidak usah mengikuti dia dan membubarkan diri dikarenakan ia akan menyerahkan diri ke pemerintah dengan senjata yang dibawa.

Setelah tiba di RSU Mulia Tendison Enumbi langsung ditangani oleh pihak medis untuk dilakukan pemeriksaan di ruangan Radiologi dilanjutkan pengecekan Rontgen.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
rama