Minggu, 19 Mei 2019 – 15:27 WIB

Taktik Kampanye Senator Australia Ini Termasuk "Membakar Alquran"

Kamis, 18 April 2019 – 14:00 WIB
Taktik Kampanye Senator Australia Ini Termasuk

Masih ingat dengan senator Australia Fraser Anning yang "dikepruk" telur oleh 'Egg Boy' ketika terjadi serangan teror di Selandia Baru? Sosok politisi kontroversial itu kini mendapat bantuan dari kelompok kanan garis keras agar bisa terpilih kembali dalam Pemilu Australia 18 Mei mendatang.

Investigasi ABC mengungkap adanya rencana rahasia kelompok tersebut menggunakan Fraser Anning demi memperluas agenda garis keras mereka di Parlemen Australia.

Pesan-pesan SMS kelompok ekstrim kanan yang diperoleh ABC, menunjukkan strategi gerakan mereka untuk membuat aksi-aksi rasis secara konfrontatif selama kampanye pemilu saat ini.

Aksi-aksi itu dirancang untuk menarik perhatian umum sehingga membantu Senator Anning terpilih kembali. Di antaranya mereka berencana menggelar aksi-aksi yang melanggar tabu, termasuk "membakar Alquran".

Mereka juga berencana mendapatkan akses email dan basis data SMS untuk mengirim pesan-pesan politik kelompok kanan garis keras.

Salah satu di antara mereka bernama Andrew Wilson, yang telah lama terlibat gerakan nasionalis kulit putih Australia.

Dalam satu pesan elektronik tersebut, Wilson mengakui bekerja untuk Senator Anning sebagai pembuat konten online.

Dia menyatakan sedang merekrut anggota untuk Partai Nasional Konservatif yang didirikannya, namun hal ini dibantah oleh Anning.

Partai ini merupakan salah satu organisasi yang ditargetkan oleh kelompok kulit putih yang memiliki rekam jejak infiltrasi ke parpol dan LSM.

Lahirnya operasi politik sayap kanan

Salah satu LSM yang pernah diinfiltrasi oleh kelompok kanan ini yaitu organisasi bernama NSW Humanist Society di Kota Sydney.

LSM progresif ini menjadi sasaran untuk diambilalih kelompok supremasi kulit putih.

Humanist Society didirikan atas dasar Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948. Bahkan ada simbol LGBT di luar gedung aula mereka.

Tetapi pada pertengahan 2000-an, kelompok samaran bernama Klub Nation menyewakan tempat itu untuk menggelar kegiatan neo-NAZI.

Salah satu peserta kegiatan itu pernah dipenjara karena membunuh ibunya dan membuang jazadnya ke sebuah danau di Canberra dengan cara diikat balok beton.

Seorang peserta lainnya ada penganut ideologi supremasi kulit putih yang bermimpi membom pusat perbelanjaan. Orang ini dipenjara karena kepemilikan senjata dan pelanggaran seks anak-anak.

Wilson diketahui juga hadir dalam acara itu.

Pada 2009, dia dan 30 anggota Klub Nation lainnya mendaftar ke Humanist Society dan membajak rapat tahunan organisasi ini.

Salah satu pendiri LSM itu, Fred Flatow, meyakini tindakan Klub Nation bertujuan mengakses aset Humanist Society bernilai lebih dari $ 500.000.

Flatow belakangan menyadari bahwa Klub Nation telah mempromosikan pertemuan Humanist Society di sebuah forum neo-NAZI bernama Stormfront.

Anggota LSM ini pun memanggil polisi dan mengusir Wilson bersama kelompoknya.

Pernah jadi caleg dalam pemilu lokal

Wilson tampaknya tidak bisa dihentikan. Pada 2017, dia ikut kontestasi pemilu lokal untuk Pemkot Mosman Park di Perth.

Wilson, yang sebelumnya tak dikenal warga setempat, segera menarik perhatian media karena taktiknya yang tidak biasa.

Dia berkampanye untuk mengusir penyewa perumahan milik pemerintah dari daerah tersebut.

Pada saat itu, kandidat lainnya bernama Georgie Carey menjadi sasaran serangan secara online.

Komentarnya tentang Pemkot didominasi "laki-laki, pucat, dan basi" dibagikan di website kelompok kanan bernama Abhorrent Australian Memes.

Carey pun menjadi sasaran kebencian dan membagikan nomor teleponnya disebarluaskan. Dalam 24 jam, dia mulai menerima telepon gelap bernama ancaman.

Ketika itu Wilson memiliki hubungan Radomir Kobryn-Coletti, pria yang kemudian menjadi penasihat media untuk Senator Fraser Anning.

Tidak jelas siapa yang mengoordinasikan serangan ke Carey tapi dia akhirnya terpilih jadi pejabat pemkot sementara Wilson gagal terpilih.

Nazifikasi Clive Palmer

Wilson dan Kobryn-Coletti mengasah keterampilan mereka menyusun pesan-pesan politik dengan memproduksi konten untuk kampanye Clive Palmer.

Ketika Palmer masuk ke politik pada 2017, ia menyewa Kobryn-Coletti membuat video untuk kampanyenya.

Wilson secara terpisah memproduksi video yang dibagikan di akun Facebook resmi Palmer.

Tetapi sesuatu yang aneh terjadi pada akun Facebook ini.

Sebuah postingan yang menggambarkan Palmer mengenakan seragam NAZI berada di ruang gas beracun yang diisi lawan-lawan politiknya.

Pengguna medsos pun mulai membagikan meme paling ofensif bertema Adolf Hitler.

ABC menemukan bahwa Wilson membual mengenai perannya di balik konten-konten anti Yahudi tersebut..

Juru bicara United Australia Party, partai baru milik Clive Palmer, kepada ABC membantah bosnya pernah mempekerjakan Wilson.

Kontrak Kobryn-Coletti pun tidak diperpanjang, katanya, karena "pandangannya yang ekstrem".

The New Guard

Juni lalu, sebuah manifesto muncul di grup Facebook fasis bernama The New Guard.

Manifesto ini menjabarkan rencana kelompok itu untuk mempengaruhi parpol dan lembaga-lembaga utama.

Taktik mereka termasuk menciptakan propaganda, mengumpulkan kekayaan dengan membuka bisnis dan properti, serta membantu memilih anggota parlemen negara bagian dan federal.

Anggota The New Guard saling membagikan meme supremasi kulit putih dan berkomplot menyusupi perpolitikan Australia.

ABC sempat melihat grup FB tersebut sebelum ditutup. Mereka berupaya mengambil kendali sayap pemuda Partai Nasional di New South Wales.

Partai ini akhirnya memecat 22 anggota mereka.

Wilson dan Kobryn-Coletti merupakan anggota The New Guard. Demikian pula Zack Newton, seorang staf Senator Anning.

Ketika dihubungi ABC, Newton membantah keterlibatan dirinya dan menghapus akun Facebooknya.

"Jika nama saya muncul di grup Facebook seperti itu, saya hanya bisa berasumsi ada orang lain memasukkannya tanpa sepengetahuan atau seizin saya," katanya.

Kegiatan Zack Newton di Parlemen

Newton cukup kontroversial dalam postingan-postingan onlinenya.

Oktober lalu, ketika teroris supremasi kulit putih menyerbu sinagog di Pittsburgh dan menewaskan 11 orang, Newton memposting kata-kata terakhir si penembak: "Persiapkan optikmu, saya akan masuk."

Newton yang dituduh tak menghormati korban, menyatakan tidak ingin menunda postingannya itu barang sehari saja.

Ketika ABC menanyakan hal ini, Newton berdalih bahwa dia merujuk ke video game bukan ke pembunuhan massal tersebut.

Beberapa waktu lalu Newton melukiskan akses dan pengaruhnya sejak bekerja untuk Senator Anning.

"Lucu juga kalau dipikir, saya tadinya memposting (online) di rumah dan sekarang melakukannya di parlemen," katanya.

Namun tindak-tanduk Newton di Canberra tidak luput dari perhatian.

Dalam rekaman TV parlemen, Newton terlihat berada di belakang Senator Larissa Waters dan Mehreen Faruqi dari Partai Hijau saat lembaga itu menyatakan kecaman resmio atas sikap Anning yang menyalahkan pendatang Muslim atas serangan teror di Selandia Baru.

Setalah Newton meninggalkan ruangan Senat, foto kedua senator Partai Hijau ini menyebar di halaman Facebook kelompok kanan bernama Abhorrent Australian Memes Did Nothing Wrong.

Tampaknya foto itu diambil tepat dari tempat duduk Newton, meskipun dia membantah hal itu.

Pihak Senat Australia menyatakan foto tersebut berpotensi melanggar aturan hukum.

"Kami akan melakukan penyelidikan sehubungan hal dan mengambil tindakan yang sesuai," kata seorang juru bicara Senat.

Senator Waters berharap orang yang mengambil foto dirinya dicabut kartu izin masuknya ke gedung parlemen.

Anning terkait dengan kelompok kanan garis keras

Peneliti isu-isu fasisme Andy Fleming menilai fakta bahwa Newton dan Kobryn-Coletti dipekerjakan oleh Senator Anning jadi bukti adanya hubungan senator itu dengan kelompok kanan garis keras.

"Jika saya jadi Andrew Wilson atau salah satu rekannya, tentunya saya akan senang," katanya.

"Para anggota gerakan ini berharap pada Anning dan mereka dia ini orang mereka," katanya.

Fleming mengatakan kelompok kanan berusaha mencari wadah politik selama bertahun-tahun. Mereka, katanya, bisa mendapatkan kekuasaan melalui Senator Anning.

Dia mengatakan pidato Anning yang menyebut "solusi akhir" (istilah NAZI untuk memusnahkan orang Yahudi) menjadikannya pusat perhatian penganut supremasi kulit putih.

Richard Howard, pria yang kabarnya menulis pidato itu, dituduh terpesona dengan NAZI Jerman.

Dia saat ini sedang cuti dari Departemen Dalam Negeri Australia.

"Aktivis kelompok kanan menjadikan Anning sebagai inspirasi," kata Fleming.

Sebaliknya, katanya, Anning berusaha mendirikan basis politik tidak hanya di Queensland tetapi di seluruh Australia.

Terpilihanya Senator Anning sebenarnya sebuah kecelakaan sejarah yang tidak mungkin terulang lagi di Australia.

Jika dia gagal mempertahankan kursinya di Senat, menurut Fleming, kelompok kanan akan mencari sosok lain.

"Orang-orang ini tidak berhenti begitu saja. Mereka terus muncul kembali di tempat lain," katanya.

"Mereka mencari momentum dan kesempatan dan memanfaatkannya secara kolektif," tambahnya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar