Tantangan Makin Berat, Perlu Kebersamaan Melawan Covid-19

Senin, 02 Agustus 2021 – 12:52 WIB
Tantangan Makin Berat, Perlu Kebersamaan Melawan Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat SS, MM. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Para pemangku kepentingan di pusat dan daerah menghadapi tantangan berat ganasnya Covid-19 di tanah air. Oleh karena itu, setiap anak bangsa harus memiliki semangat  kebersamaan dalam menjalankan kebijakan pengendalian Covid-19 yang diterapkan pemerintah.

“Saat ini tantangan yang kita hadapi dalam pengendalian Covid-19 di tanah air sangat besar, baik di sisi hulu maupun hilir. Hanya dengan semangat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa, kita akan mampu membebaskan Ibu Pertiwi dari hantaman virus korona,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/8).

Menurut Lestari, sejumlah strategi sudah coba diterapkan pemerintah dengan berbagai nama, mulai dari PSBB, PPKM mikro, PPKM darurat hingga PPKM level 1-4, yang saat ini pada fase perpanjangan hingga 2 Agustus 2021, yang inti sejumlah kebijakan tersebut membatasi mobilitas masyarakat.

Namun, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, karena dalam menjalankan kebijakan tersebut belum sepenuhnya terbentuk komitmen kebersamaan yang kuat antara masyarakat dan para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, sehingga sejumlah kebijakan itu belum mampu mengendalikan penyebaran virus korona di tanah air

Menurut Rerie, ada sejumlah kota yang mampu menekan jumlah kasus positif Covid-19, namun lebih banyak daerah yang belum mampu menahan laju pertambahan kasus tersebut.

Sehingga, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan jumlah kasus positif Covid-19 di tanah air terus bertambah, per Sabtu (31/7) total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 3,4 juta, sejak diumumkan kasus pertama kali pada Maret 2020.

Sementara positivity rate harian nasional pada tanggal yang sama tercatat 24,82%, masih jauh dari standar yang ditetapkan WHO yaitu di bawah 5%.

Sangat disayangkan, ujar Rerie, pertambahan kasus positif Covid-19 harian tertinggi sejauh ini tercatat pada Kamis (15/7) sebanyak 56.757 kasus, justru terjadi pada saat kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat ditetapkan.

SPONSORED CONTENT

loading...