Ternyata Ini yang Bikin Mercedes Lemah saat Start

Ternyata Ini yang Bikin Mercedes Lemah saat Start
KELEMAHAN: Nico Rosberg (dua dari kanan kanan) dan Lewis Hamilton start dari front row pada GP Bahrain (3/4). Start Mercedes di dua seri grand prix pertama terlihat belum terlalu sempurna. FOTO: HAMAD I MOHAMMED/REUTERS

jpnn.com - BRACKLEY – Mercedes sangat- sangat dominan di dua seri pertama? Yes. Tapi, bukan berarti mereka tidak punya kelemahan. Dari GP Australia dan GP Bahrain, cukup terlihat W07 selalu terlihat lemah saat start. Untuk menutupi lubang tersebut, tim juara bertahan itu mengembangkan sistem kopling baru. Mercedes menggandeng perusahaan induk mereka, Daimler. 

Menyusul perubahan regulasi musim ini, pembalap tidak bisa lagi menggunakan sistem kopling dobel pedal. Pedal tambahan membantu pembalap untuk melakukan start mulus di awal lomba.

Lewis Hamilton dan Nico Rosberg mengalami start buruk di Melbourne serta begitu mudah dilewati duo Ferrari. Situasi serupa terulang di Bahrain. Bos Mercedes Toto Wolff yakin masalah itu tidak disebabkan kontrol elektronik yang bisa diselesaikan di tengah jeda balapan. ’’Kami cenderung meyakini bahwa ini masalah peranti keras,’’ ujarnya sebagaimana dilansir Autosport

Kerja sama dengan Daimler bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi kopling dalam memengaruhi akselerasi mobil. Memang, ini bukan kerja semalam. Dibutuhkan waktu sampai mereka bisa start dengan mulus. ’’Aku tidak yakin kapan kami memperoleh hasilnya,’’ terusnya. 

Wolff mengakui aturan baru tentang kopling telah membawa timnya ke dalam situasi yang tidak menentu setiap kali menjelang balapan. Rosberg dan Hamilton tidak melakukan hal berbeda dengan balapan-balapan sebelumnya. “Prosedur start yang baru dimaksudkan untuk membuatnya lebih variatif dan itulah yang terjadi di Melbourne dan Bahrain. Apa yang terjadi antara Lewis dan Nico adalah random,” ungkapnya. 

Di Melbourne, Rosberg membuat kesalahan saat melakukan formation lap. Dia memilih gigi dua dan langsung berpindah ke mode anti-stall. Itu membuat kopling bereaksi lambat. ’’Jadi, memang ada keterkaitan juga dengan regulasi,’’ tandasnya. 

Sementara itu, Hamilton sejauh ini tidak terlalu khawatir dengan buruknya performa startnya. Di Melbourne, dia menyebut penyebabnya adalah kopling. Sedangkan di Bahrain, menurut dia, ada faktor lain. (cak/c19/na) 

 


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News