Kamis, 16 Agustus 2018 – 11:04 WIB

Tiga Pebasket 'Boomers' Dapat Sanksi Skorsing Dari FIBA

Selasa, 31 Juli 2018 – 22:00 WIB
Tiga Pebasket 'Boomers' Dapat Sanksi Skorsing Dari FIBA - JPNN.COM

Tiga pemain basket Australia dilarang turun bermain dari sejumlah pertandingan induk organisasi bola basket dunia - FIBA karena terlibat perkelahian memalukan dengan tim Filipina awal Juli lalu.

Sebanyak 13 pemain dan dua pelatih dari kedua tim basket Australia dan Filipina diberi sanksi oleh FIBA ​​menyusul insiden perkelahian adu jotos di pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia Bola Basket Asia di Bulacan, Manila, Filipina pada 2 Juli lalu.

Tiga pemain basket ‘Boomers’ Australia yang dikenakan sanksi skorsing oleh FIBA adalah Daniel Kickert, bintang NBA Thon Maker dan Chris Goulding.

Daniel Kickert dilarang turun bermain untuk lima pertandingan kualifikasi Piala Dunia, Thon Maker 3 tiga pertandingan dan Goulding satu pertandingan.

FIBA juga turut menghukum induk organisasi bola basket Australia – Basketball Australia (BA) dengan mewajibkan membayar denda sebesar $ 135.000 atau setara Rp 1,4 miliar.

Induk organisasi olahraga bola basket Australia Basketball Australia (BA) menyatakan tidak akan mengajukan banding terhadap sanksi dari FIBA itu.

"Penasehat hukum kami telah memeriksa berbagai opsi banding," kata ketua eksekutif BA Anthony Moore dalam sebuah pernyataan.

"Namun, peluang keberhasilan melakukan banding ke FIBA ​​sangat rendah sehingga kami memutuskan untuk mengupayakan masalah ini dengan FIBA diluar proses banding."

Kickert, Maker dan Goulding terkena sanksi kedisiplinan oleh panel disiplin FIBA ​atas perilaku tidak sportif, namun Kickert dan Goulding juga dikenakan sanksi karena menghasut perilaku yang tidak sportif.

BA diberikan denda atas perilaku pemainnya yang tidak sportif dan telah menyalahgunakan dan/atau merusak peralatan, setelah menghapus stiker lantai dari lapangan pertandingan pada malam laga tersebut.”

Sementara itu sepuluh anggota tim basket Filipina dilarang turun bermain untuk total 34 pertandingan karena perilaku tidak sportif, dimana Pogoy diskors dari lima pertandingan, yang juga terkait dengan menghasut perilaku tidak sportif.

Kepala pelatih tim Filipina, Vincent Reyes juga turut diberikan sanksi larangan terlibat dalam satu pertandingan dan denda kedisiplinan sebesar  $ 14.000 setara Rp149 juta dan asistennya Joseph Uichico dilarang untuk ikut dalam tiga pertandingan. Sementara  federasi bola basket nasional Filipina didenda $ 337.000 atau setara Rp3,36 miliar.

FIBA juga mengumumkan tim basket Filipina "akan turun bermain di dalam negaranya sendiri dalam pertandingan tertutup sementara tim itu juga harus menjalani sanksi larangan ikut 2 kali pertandingan dengan masa percobaan tiga tahun.

Wasit yang memimpin pertandingan itu juga ikut diskors oleh FIBA ​​selama 12 bulan.

Perkelahian sengit itu terjadi pada empat menit terakhir di kuarter ketiga pertandingan atara tim Boomers Australia dan Filipina, dimana para pemain dan pejabat dari kedua tim, ditambah sejumlah fans yang susah diatur, menyerbu lapangan pertandingan dan terlibat aksi kekerasan yang memalukan.

Tim basket Australia Boomers memimpin laga dengan perolehan angka 79-48 sebelum permainan berubah menjadi arena perkelahian setelah pemain Filipina Roger Pogoy menyarangkan tinju ke wajah Goulding dengan sikunya.

Aksi balasan yang dilakukan oleh Daniel Kickert pada Pogoy memicu keributan, termasuk pukulan, siku, tendangan dan sejumlah benda - termasuk kursi - dilemparkan ke arah pemain.

Pertandingan terganggu selama lebih dari 30 menit karena wasit harus mengevaluasi situasi yang terjadi, tetapi akhirnya berlanjut dengan cara yang konyol, dimana pemain Filipina hanya mampu menurunkan tiga pemain melawan lima pemain di tim Australia.

ABC / AAP

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar