JPNN.com

Tiongkok Sengaja Memancing RI Kerahkan Kapal Perang ke Natuna

Kamis, 16 Januari 2020 – 07:23 WIB
Tiongkok Sengaja Memancing RI Kerahkan Kapal Perang ke Natuna - JPNN.com
Presiden Jokowi saat meninjau KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 yang siaga di Pangkalan TNI Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1). Foto: BPMI Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Tiongkok sengaja memancing Indonesia untuk mengerahkan sebanyak-banyaknya kapal pengawas, kapal pengintai, hingga kapal perang yang dimiliki ke Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Penilaian tersebut disampaikan pengamat pertahanan yang juga Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII) Fauka Noor Farid, menanggapi pelanggaran yang dilakukan kapal ikan Tiongkok yang dikawal kapal Coast Guard China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, Natuna beberapa waktu lalu.

"Ini strategi Cina justru memancing kita, memberikan peluang kepada daerah-daerah yang lain lepas dari pengawasan angkatan laut. Menurut saya kita jangan sampai terfokus ke situ (Natuna)," kata Fauka dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/1).

Fauka mengatakan, langkah Tiongkok yang menambah keberadaan kapal nelayan dan coast guard diduga kuat memang sebagai salah satu bentuk pengalihan perhatian. Karena dengan kondisi demikian, Indonesia akan menambah kapal perang dari angkatan laut maupun Bakamla.

"Dengan menambah kapal perang kita dari Bakamla, ada daerah-daerah yang terlepas dari pengawasan. Berarti ada peluang. Misalnya dari KRI apa yang mengawasi wilayah selatan, semua ditarik fokus ke Natuna," ucapnya.

Dengan penambahan kapal pengawas oleh Indonesia, berarti ada wilayah yang terlepas dari pengawasan. Kondisi ini berbahaya karena memberikan peluang bentuk kejahatan perairan lainnya seperti penyelundupan narkotika, manusia, atau kejahatan lintas negara lainnya.

Menurut Fauka, hingga saat ini belum ada tanda-tanda keseriusan Tiongkok untuk melarang seluruh nelayannya agar tidak memasuki wilayah ZEE perairan Natuna. Bahkan, sejak kedatangan Presiden Joko Widodo disinyalir nelayan China beserta coast guard yang mendampingi semakin banyak.

"China menambah kapal-kapal nelayan untuk masuk wilayah. Kalau enggak salah ada 34 atau 43 kapal nelayan. Ditambah 6 coast guard," kata Fauka.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo